PONTIANAK POST – Panglima Kodam XII/Tanjungpura (Tpr), Mayjen TNI Jamalulael, menegaskan bahwa TNI siap memberikan pendampingan kepada petani dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan, TNI memandang ketahanan pangan sebagai bagian dari strategi pertahanan negara.
“Dalam strategi militer, jika jalur logistik terputus maka kita bisa kalah dalam peperangan. Tapi jika logistik pangan kuat, maka kita juga akan kuat,” ujarnya saat menghadiri kegiatan panen raya padi serentak di 14 provinsi, yang digelar secara virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto, Senin (7/4), di area persawahan Dusun Lestari, Desa Mensere, Kecamatan Tebas. Hadir pula Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan dan Bupati Sambas, Satono.
Jamalulael menyampaikan bahwa jajaran Kodam XII/Tpr telah menerima perintah untuk aktif membantu dan mengawal sektor pertanian. “Kami siap menjalankan perintah dari komando atas untuk mengawal pertanian. Kami bekerja bukan untuk mencari kepentingan pribadi. InsyaAllah, kami akan memberikan backup penuh,” tegasnya.
Ia juga membuka pintu bagi petani yang mengalami kesulitan untuk melapor ke jajaran TNI. “Jika petani mengalami kesulitan, misalnya soal pupuk, silakan lapor ke Bupati. Nanti Bupati bisa berkoordinasi dengan Dandim dan melanjutkan ke komando atas. Bahkan bisa juga langsung lapor ke TNI atau Polri, nanti akan kami bantu,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam turut mengapresiasi capaian Kabupaten Sambas yang menjadi salah satu daerah surplus beras di Kalimantan Barat.
Bupati Sambas, Satono, menyampaikan bahwa pada tahun 2024 produksi beras daerahnya mencapai sekitar 115 ribu ton, sementara konsumsi masyarakat hanya sekitar 69 ribu ton. Artinya, terdapat surplus sekitar 46 ribu ton. “Kondisi ini membuat Sambas dikenal sebagai lumbung pangan Kalimantan Barat. Tapi kami belum puas, karena dari total 651 ribu penduduk di 19 kecamatan, masih besar potensi untuk peningkatan produksi,” kata Bupati Satono.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto, dalam sambutannya secara daring, menyampaikan kebanggaannya terhadap para petani. Ia menegaskan bahwa petani adalah tulang punggung negara. “Tanpa petani, tidak ada NKRI,” ujar Presiden. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, yang turut hadir, menyampaikan bahwa panen raya di Kalbar dipusatkan di Kabupaten Sambas sebagai bagian dari dukungan terhadap program Asa Cita Presiden dan Wakil Presiden untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara agraris yang mandiri dalam pangan. (fah)
Editor : Hanif