Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pelaku Usaha di Sambas Jadi Korban Program Fiktif

Fahrozi PP • Selasa, 29 April 2025 | 11:41 WIB
PENIPUAN : Ilustrasi aksi penipuan dengan modus pemesanan atau belanja fiktif hingga pemberian program bantuan.
PENIPUAN : Ilustrasi aksi penipuan dengan modus pemesanan atau belanja fiktif hingga pemberian program bantuan.

PONTIANAK POST – Waspada. Aksi penipuan dengan modus pemesanan atau belanja fiktif hingga pemberian program bantuan dari pemerintah, marak. Sejumlah warga termasuk pelaku usaha, mengaku pernah menjadi korban.

Sebut saja Ali, dirinya yang sudah lama membuka usaha ini, tiba tiba menerima telepon dari instansi terkait, yang tujuannya memesan beberapa barang darinya. Pihak tersebut pun dengan sangat meyakinkan dengan meminta nomor rekening untuk selanjutnya akan ditransfer sejumlah uang tunai untuk pembayaran.

“Dia meminta nomor rekening, yang katanya akan mentransfer uang untuk pembayaran barang yang mereka pesan ke saya, barangnya belum saya buat, tapi mereka sudah meminta nomor rekening untuk pembayaran,” kata Ali.

Dirinya sempat percaya, selanjutnya siapkan kwitansi dan nomor rekening untuk dikirim ke pihak tersebut. Namun, saat itu ada teman datang ke rumah, dan membantu mengecek nama pihak pemesan dari instansi tersebut.

“Ada kawan mengecek, nama dan instansi tersebut, ternyata nama yang dimaksud tidak ada, sehingga transaksi saya batalkan, jadi aman dari aksi penipuan,” katanya.
Hanya saja, sebelum kejadian tersebut, dirinya sudah pernah menjadi korban penipuan. Kala itu, modus yang digunakan pendataan pelaku usaha yang akan menerima bantuan modal dari pemerintah pusat.

“Akan ada bantuan modal dari pemerintah pusat bagi pelaku usaha kecil, nanti akan menerima Rp2,5 juta per bulan,” katanya.
Ali selanjutnya diminta mengirimkan data diri dan data usaha, serta nomor rekening, yang nantinya diserahkan ke pihak tersebut melalui foto dan dikirim via HP.

“Saya penuhi semua yang diminta, dan dikirim ke orang itu. Selang beberapa hari, orang itu mengirim screenshot pengiriman uang ke rekening saya,” katanya. Hanya saja, setelah di cek ke bank, ternyata tidak ada, bahkan yang parahnya sejumlah uang yang ada di rekening tersebut habis.

“Uang yang dikirim ke rekening saya, ternyata tidak ada, bahkan uang saya yang di rekening pun habis,”katanya.(fah)

Editor : Hanif
#fiktif #korban #pemesanan #Pelaku Usaha #sambas #modus