PONTIANAK POST - Antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sambas, menjadi perhatian jajaran Polres Sambas. Korps Bhayangkara yang saat ini dipimpin AKBP Wahyu Jati Wibowo terus menyosialisasikan dampak negatif dari karhutla jika sampai terjadi.
“Imbauan Kapolres Sambas, mengajak semua pihak bersama-sama mencegah, jangan sampai ada kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Sambas,” kata Kasi Humas Polres Sambas, AKP Sadoko, belum lama ini.
Imbauan itu disebarkan melalui platform media sosial dan media massa yang ada di Kabupaten Sambas, dengan harapan semua elemen berpartisipasi untuk mencegah adanya kebakaran hutan dan lahan.
Dalam imbauan dan sosialisasi, disampaikan jika kebakaran hutan dan lahan, memberikan banyak dampak negatif bagi banyak pihak. Bahkan sendi-sendi kehidupan di masyarakat juga terganggu.
Diantaranya dapat mengganggu kesehatan terutama gangguan pernafasan, dapat mengganggu kegiatan dan aktivitas belajar mengajar, mengacaukan dan menghambat transportasi udara, air maupun darat.
“Jika kebakaran hutan dan lahan sampai terjadi, tak ayal akan mengganggu kehidupan masyarakat, sehingga dampak selanjutnya dapat mengganggu pembangunan dan menghambat pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Masyarakat, pemilik lahan atau kebun, pihak perusahaan perkebunan, harus menjaga area di wilayah kebunnya, agar kebakaran hutan dan lahan tak sampai terjadi. Terlebih, dalam hukum jika terbukti menyebabkan terjadinya kebakaran hutan maupun lahan, diancam dengan hukuman yang cukup berat.
Hal tersebut diatur dalam Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang lingkungan hidup dengan ancaman denda paling banyak Rp10 miliar. “Hukuman penjara paling lama sepuluh tahun dan denda Rp10 miliar, jika ada orang, pihak yang terbukti menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Anggota DPRD Kabupaten Sambas Yakob Pujana berharap meski masih ada hujan turun, masyarakat dan semua pihak tetap waspada agar tidak sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Hal tersebut disampaikannya, lantaran cuaca yang ada di sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas seringkali panas, meski masih ada hujan turun.
“Kewaspadaan harus terus dilakukan, lantaran meski masih ada hujan turun, namun kondisi di beberapa wilayah cuaca sangat panas,” kata Yakob Pujana.
Yakob yang juga Ketua Badan Pemadam Kebakaran Swasta Sambas, berharap dengan kewaspadaan bersama, tak sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan terjadi di wilayah Kabupaten Sambas.
“Sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan, bahkan disaat hujan ada turun, di tengah cuaca panas yang terjadi,” katanya.
Kebakaran hutan dan lahan, jika itu terjadi membawa dampak tak baik. Mulai dari terganggunya kesehatan juga menimbulkan kerugian material lainnya yang itu dirasakan masyarakat luas.
“Terutama masyarakat yang memiliki lahan, harus tetap menjaga kebunnya tak terjadi kebakaran, diantaranya dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” katanya. (fah)