PONTIANAK POST – Langkah inovatif dalam mendukung ketahanan pangan dilakukan oleh Polsek Semparuk bersama Pemerintah Desa Sepinggan dan kelompok tani setempat. Untuk pertama kalinya di Kabupaten Sambas, panen jagung sukses digelar di Dusun Sepinggan Besar, Kecamatan Semparuk pada Selasa (20/5). Panen jagung ini merupakan hasil kerja sama antara Polsek Semparuk, Pemdes Sepinggan, serta Kelompok Tani (Poktan) Bintang Timur, yang didukung oleh berbagai pihak, termasuk Polres Sambas, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, dan masyarakat sekitar.
Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kabag Sumda Polres Sambas, AKBP Isbullah, didampingi Kapolsek Semparuk Ipda Tri Kurnia Setiawan, serta dihadiri Sekretaris Dinas Pertanian Eddy, Kades Sepinggan Dahlan, Danramil, jajaran Polsek, BPP, BPD se-Kecamatan Semparuk, dan tokoh masyarakat. “Tanaman jagung belum umum di Semparuk maupun Sambas. Tapi kami berani mencoba, dan Alhamdulillah berhasil. Ini jadi panen perdana di wilayah ini,” ungkap Kapolsek Tri Kurnia.
Panen dilakukan di lahan seluas 2 hektare, dan dijadwalkan akan disusul panen berikutnya di lahan 1 hektare pada bulan depan. Bahkan, program serupa tengah dikembangkan di Desa Sempadu dan Singa Raya, serta program pekarangan pangan bergizi di Desa Seburing yang melibatkan 2.000 polibag di 100 titik KWT (Kelompok Wanita Tani). “Terima kasih kepada Kades Sepinggan atas dukungan Dana Desa. Ini bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu mendorong swasembada pangan di tingkat desa,” tambah Tri Kurnia.
Kades Sepinggan, Dahlan menyampaikan bahwa dukungan Dana Desa diberikan sesuai aturan dan transparan. “Kami apresiasi jajaran Polres, Polsek, dan Bhabinkamtibmas yang telah aktif mendampingi dari awal hingga panen,” katanya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian, Eddy, menyambut baik inisiatif ini. “Program ini sejalan dengan visi ketahanan pangan nasional. Kami siap mendukung dari sisi teknis dan kebijakan,” ujarnya.
Jumadi, Ketua Poktan Bintang Timur, mengaku senang dengan hasil panen perdana ini. Ia menyebut pendampingan dari Polsek sangat membantu, mulai dari pembukaan lahan hingga mengatasi serangan hama. “Meski sempat terkendala semut dan ayam, tapi berkat koordinasi dengan Polsek, kami bisa panen. Dari setengah hektare, kami bisa dapat lebih dari dua ton jagung,” jelasnya. Panen perdana ini menjadi titik awal kebangkitan pertanian jagung di Sambas, sekaligus contoh kolaborasi nyata antara aparat, pemerintah desa, dan petani dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis lokal. (fah)
Editor : Hanif