Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Poltesa Perkenalkan Teknologi Pengolahan Red Palm Oil untuk Petani Sambas

Fahrozi PP • Senin, 23 Juni 2025 | 11:25 WIB
INOVASI: Jajaran Poltesa saat memperkenalkan teknologi RPO kepada sejumlah petani sawit dan pelajar.
INOVASI: Jajaran Poltesa saat memperkenalkan teknologi RPO kepada sejumlah petani sawit dan pelajar.

PONTIANAK POST - Politeknik Negeri Sambas memperkenalkan teknologi dan praktik terbaik  pengolahan Red Palm Oil (RPO). Kegiatan yang menjadi program Katalisator Kemitraan Berdikari Kemdikbud Saintek 2024/2025, diharapkan memberikan manfaat bagi warga terutama para petani sawit di Kabupaten Sambas.

Kegiatan pada 20 Juni 2025 di kampus Poltesa, dihadiri direktur beserta unsur pimpinan, dan Tim Riset RPO Poltesa,  dirangkai dengan kunjungan mitra riset dari Koperasi Produsen Bumi Berkah Persada dan SMKN 1 Subah Kabupaten Sambas. 

Wakil Direktur I Poltesa, Budi Setiawan menyampaikan inovasi dalam upaya peningkatan nilai tambah komoditas pertanian sangat penting bagi masyarakat. "Kolaborasi ini sangat baik, dengan adanya diseminasi proses produksi RPO, kami berharap dapat membuka wawasan baru bagi petani sawit di Sambas untuk menghasilkan produk yang lebih bernilai ekonomi dan sehat,"  katanya.

Ketua Tim RPO Poltesa, Hidayat Asta berharap inovasi dan teknologi RPO dapat bermanfaat dan digunakan petani. Poltesa, sebutnya, akan merasa bangga bisa menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas petani kelapa sawit di Kabupaten Sambas. "Melalui kegiatan diseminasi proses produksi Minyak Sawit Merah (RPO) skala petani ini, kami ingin memastikan bahwa inovasi dan teknologi yang kami kembangkan dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat", kata Hidayat.

Inovasi yang merupakan hasil kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, dan perguruan tinggi ini, jika diterapkan akan meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bagi petani sawit. Nilai tambah dari hasil panen mereka akan meningkat, sekaligus menghasilkan produk minyak yang lebih sehat dan bernilai gizi tinggi. Diharapkan produk minyak sawit merah lebih berkualitas tinggi hasil olahan petani Sambas dapat dikenal luas dan menjadi komoditas unggulan daerah.

"Ke depan, petani dapat secara mandiri memproduksi RPO. Melalui diseminasi ini, para petani tidak hanya memahami teorinya, tetapi juga termotivasi untuk mengimplementasikan proses produksi RPO ini secara mandiri," katanya.

Dalam sesi utama diseminasi, tim peneliti dari Poltesa memaparkan secara detail setiap tahapan dalam produksi RPO skala petani. Materi yang disampaikan mencakup mulai dari pemilihan tandan buah segar (TBS) yang berkualitas, teknik sterilisasi yang tepat, proses pengepresan menggunakan alat sederhana namun efisien, hingga metode pemurnian untuk menghasilkan minyak sawit merah dengan kandungan gizi optimal seperti beta-karoten dan vitamin E. Demonstrasi alat dan bahan juga menjadi bagian integral dari sesi ini, memungkinkan peserta untuk memahami secara visual dan praktis.

Perwakilan Koperasi Produsen Bumi Berkah Persada, Deny Septiandi mengapresiasi atas inisiatif Poltesa lantaran pengetahuan tentang produksi RPO ini sangat relevan bagi anggotanya. "Kami melihat potensi besar untuk meningkatkan pendapatan petani dengan mengolah sawit menjadi RPO. Ini adalah langkah maju menuju kemandirian ekonomi," katanya.

Nurleni, Kepala SMKN 1 Subah menyoroti manfaat praktis dari kegiatan ini bagi para siswa. Program ini memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi siswa  khususnya mereka yang mengambil jurusan terkait Agribisnis atau Pengolahan Hasil Pertanian. "Para siswa bisa melihat langsung bagaimana ilmu yang mereka pelajari di sekolah diaplikasikan dalam konteks industri,"  kata Nurleni.(fah)

Editor : Hanif
#RPO #petani #kualitas #Politeknik Negeri Sambas #teknologi #program kemitraan #Berdikari