PONTIANAK POST - Wakapolres Sambas Kompol Hoerrudin mencanangkan program Cinta Sambass saat pimpin doa bersama dan bepapas (ritual tolak bala yang dilakukan masyarakat Melayu Sambas), untuk pembukaan 12 hektare lahan ketahanan pangan komoditi jagung di SMK Negeri 1 Teluk Keramat, Desa Sekura, Jumat (18/7).
Dalam program Cinta Sambas yakni Ciptakan Lapangan Tuk Kerja Sekolah Bagus Murid Bahagia Senang Semua, merupakan aksi nyata wujudkan Asta Cita Presiden RI ketahanan pangan jagung. Selain itu membuka peluang ekonomi, yakni bagi siswa terutama jurusan Agribisnis pertanian, para guru SMK N 1 Teluk Keramat, Sekolah hingga masyarakat.
"Ini memang tujuannya ketahanan pangan. Namun dibalik itu, bagaimana juga memberikan dampak positif lainnya, mulai dari bidang ekonomi, pendidikan dan kamtibmas," kata Wakapolres Sambas.
Dibidang pendidikan, sebutnya, bagaimana lahan yang ada di SMKN 1 Teluk Keramat yang sudah lama tak termanfaatkan, sekarang digarap untuk tanam jagung yang dalam penggarapannya dilakukan oleh murid, guru, serta masyarakat.
Bahkan, nantinya murid yang jurusan agribisnis pertanian bisa langsung praktik lapangan. "Dari 12 Ha lahan yang dibuka, 10 Ha akan ditanami jagung. Jadi nanti murid, guru, bahkan masyarakat sekitar mulai dari penanaman, perawatan dan pemanenan dilakukan mereka, jadi para siswa bisa langsung praktik pertanian. Tak hanya itu, nanti dari hasil panen akan menjadi upah dari kegiatan mereka, sehingga siswa, guru termasuk sekolah dapat penghasilan, artinya ada dampak ekonomi, bahkan masyarakat yang mau berpartisipasi," katanya.
Dengan demikian, sebutnya, melalui program ini terbuka lapangan kerja. Sehingga dengan adanya peluang kerja keamanan ketertiban masyarakat terjalin dengan baik.
"Masyarakat, siswa dan sekolah mendapatkan keuntungan, kemudian dari kepolisian juga menerima dampak positif karena kamtibmas terjaga dengan baik," katanya.
Kepala SMKN 1 Teluk Keramat Dra Mardiah, menyampaikan dukungan program yang dilakukan di sekolahnya. Kolaborasi terjalin dengan baik, antara sekolah, Polres Sambas, pemdes dan pihak lain, sehingga lahirlah program yang diberi nama Wakapolres Sambas yakni Cinta Sambas.
"Adanya program ini dapat memberikan pembelajaran khususnya bagi siswa yang jurusan agribisnis tanaman pangan dan holtikultura, kemudian dengan adanya program ini, siswa kami dapat melaksanakan praktik kerja lapangan di sini, Jadi tidak perlu jauh-jauh lagi," katanya.
Kades Sekura, Rusdi, menyampaikan pembukaan lahan ini menjadi awal kolaborasi yang baik untuk wujudkan progran ketahanan pangan. Terlebih, sudah ada ketentuannya bagi desa untuk mendukungnya melalui penganggaran di desa.
Teguh, siswa jurusan agribisnis tanaman pangan dan holtikultura SMKN 1 Teluk Keramat menyatakan dirinya sangat senang adanya program jagung di lahan sekolahnya. Bahkan selain bisa praktik, nantinya akan ada penghasilan tambahan.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas Lerry Kurniawan Figo mendukung program Cinta SambasS yang diinisiasi Wakapolres Sambas di lahan SMKN 1 Teluk Keramat. Selain wujudkan ketahanan pangan, ini menjadi aksi nyata membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pihak sekolah. "Kami di dewan sangat mendukung. Terlebih ini hasil kolaborasi bersama," katanya. (fah)
Editor : Miftahul Khair