PONTIANAK POST- Sambas menjadi kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat dengan pertumbuhan angka Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) yang mengalami tren positif. Bahkan, menempati posisi teratas untuk 2025.
Hal ini sesuai data resmi yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat. Dimana IPM Kabupaten Sambas 2025 mencapai 72,08 dan menjadikan Sambas menjadi daerah dengan IPM tertinggi di antara dua belas kabupaten di Kalimantan Barat.
Bupati Sambas Satono menyampaikan ungkapan syukur dan diharapkan capaian menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus bekerjasama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Sehingga Sambas bisa menjadi kabupaten dengan kategori pembangunan manusia “sangat tinggi” kedepannya.
“Alhamdulillah, apa yang diperoleh merupakan hasil kerja keras semua. Saya selaku kepala daerah mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh unsur dan elemen masyarakat Kabupaten Sambas, mulai dari jajaran pemerintah daerah, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, pelaku usaha, hingga masyarakat di pelosok desa, yang telah berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan,” kata Satono, Kamis (6/11).Baca Juga: Dari Lembah Kapuas Hulu, Tenun Iban Memikat Jakarta Fashion Week 2026 dengan Elegan
Raihan ini adalah bukti kerja sama dan kekompakan semua unsur di Kabupaten Sambas termasuk dukungan masyarakat.
“Prestasi ini bukan milik Bupati atau Wakil Bupati, namun hasil sinergi, kekompakan dan dukungan seluruh lapisan masyarakat yang memiliki komitmen membangun daerah menjadi lebih baik,” katanya.
Dalam rilis resmi BPS Kalbar, IPM provinsi secara keseluruhan mencapai 72,09 atau naik 0,90 poin atau 1,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar 71,19 sehingga berada pada kategori “tinggi”.
Sambas berada di posisi teratas di antara 12 wilayah kabupaten di Kalbar dengan capaian 72,08, disusul Kubu Raya dengan 72,01 dan Ketapang dengan 71,30.
Sementara untuk wilayah Kota, Pontianak meraih IPM tertinggi yaitu 82,80 (“sangat tinggi”), kemudian Singkawang yang mencatat angka IPM 75,67.
Peningkatan angka IPM di Kabupaten Sambas, didukung hampir seluruh dimensi, diantaranya kesehatan, pendidikan serta ekonomi. Dimana Umur Harapan Hidup (UHH) masyarakat Sambas pada 2025 mencapai 74,80 tahun.
Harapan Lama Sekolah (HLS) naik menjadi 12,77 tahun, sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) meningkat dari 6,76 tahun menjadi 7,00 tahun.
Mengenai pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp11,94 juta, naik sekitar 3,48 persen dibandingkan 2024.
Sehingga secara keseluruhan, capaian Kabupaten Sambas menunjukkan daerah tersebut berhasil mempertahankan statusnya dalam kategori pembangunan manusia “tinggi” dan terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan kualitas hidup masyarakat terbaik di Kalimantan Barat. (fah)
Editor : Hanif