PONTIANAK POST - Kepala Kemenag Kabupaten Sambas, H Kaharudin didampingi Kasi Bimas Islam, H Mursidin langsung menerima silaturahim rombongan Ketua dan pengurus Yayasan Sambas Raya Madani, Panitia Pembangunan Masjid 1001 Kubah dan DKM 1001 Kubah, Rabu (12/11) di ruangannya.
Dalam silaturahim tersebut, beberapa hal berkaitan dengan keagamaan dibahas Bersama. Diantaranya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan dalam rangka merawat kerukunan umat beragama di Kabupaten Sambas. Kemudian juga berkenaan dengan rencana pelaksanaan Salat Jumat perdana yang akan digelar di Masjid sementara 1001 Kubah yang berada di Komplek Kantor Masjid 1001 Kubah Jalan Lingkar Saing Rambi Kecamatan Sambas.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, H Kaharudin menyampaikan dukungan berkaitan dengan progres pembebasan lahan yang terus dilakukan pengurus dan anggota YSRM dan PPM 1001 Kubah serta DKM. Diharapkan ini akan menjadi hal yang membanggakan bagi warga Kabupaten Sambas.
“Kami berharap, bagaimana Masyarakat terus memberikan dukungan terhadap pelaksanakan Pembangunan Masjid 1001 Kubah, karena ini sesuatu yang nantinya akan membanggakan bagi semua pihak terutama Masyarakat Kabupaten Sambas,” kata Kaharudin.
Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Kemenag Sambas juga menyampaikan sejumlah program yang dilaksanakannya. Diantaranya akan melaksanakan silaturahim dengan tokoh agama, baik itu tokoh Islam, Kristen atau Gereja, Tokoh Kelenteng, serta tokoh agama lain yang ada di Kabupaten Sambas.
“Kami ingin bertemu dengan seluruh tokoh agama yang ada di Kabupaten Sambas, ini dalam rangka merawat kerukunan, sehingga koordinasi dan komunikasi antar agama harus terus dilakukan sebaik mungkin,” katanya.
H Kaharudin juga sampaikan karena mayoritas Kabupaten Sambas penduduknya beragama Islam. Maka akan dilaksanakan pemaksimalam peran masjid melalui program Madada, yakni Masjid Berdaya dan Berdampak. “Kemenag ingin memaksimlkan peran-peran rumah ibadah, Dimana Madada yakni masjid berdaya dan berdampak, dengan harapan masjid tak sekadar tempat ibadah tapi bagaimana kegiatan lain bisa dilaksanakan yang harapannya memberikan dampak ke Masyarakat,” katanya.
Begitu juga mengenai dengan penataan asset masjid terutama tanah. H Kaharudin berharap pengurus bisa mengamankan asset diantaranya mengurus surat atau hak dasar lahan Lokasi masjid. “Kami melakukan pemetaan, prioritas kami bagaimana pengamanan aset masjid terutama tanah yang harapan kami tanah masjid disertifikasi, dan kami kemenag akan bantu dan gratis. Jadi setelah kami maping, ternyata masih banyak masjid masjid yang lahannya belum memiliki sertifikat,” katanya.
Kasi Bimas Islam Kemenag Sambas, Mursidin menyampaikan jika sesuai data yang ada, jumlah masjid dan musholla di Kabupaten Sambas mencapai 1333 unit. Bahkan jumlah ini yang baru terdaftar yang diperkirakan beberapa masih belum terdaftar.
Selanjutnya, mengenai sejumlah program lainnya. Bagaimana kedepan, Masjid yang ada di Kabupaten Sambas, menjadi tempat ibadah yang ramah anak, aman bagi kaum disabilitas, aman bagi musafir, UMKM dan lingkungan. Berikutnya, bagaimana kedepannya terkait dengan kalibrasi arah kiblat masjid atau musholla yang ada di Kabupaten Sambas.
Ketua YSRM, H Misni Safari menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kantor Kemenag Sambas dan jajaran, yang sudah memberikan saran dan masukan berkaitan dengan Pembangunan Masjid 1001 Kubah, termasuk berkenaan dengan rencana pelaksanaan salat Jumat perdana di Masjid Sementara di Kompleks Kantor Masjid 1001 Kubah. “Insya Allah, nanti yang menjadi Imam dan khatib salah jumat perdana yang rencananya dilaksanakan Januari 2026, Adalah Kepala Kantor Kemenag Sambas,” katanya.(fah)
Editor : Hanif