Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Air Pasang dan Hujan Lebat Rendam Pemukiman di Sambas, Warga Perbatasan Ikut Terdampak

Fahrozi PP • Senin, 8 Desember 2025 | 19:03 WIB
Situasi warga di Dusun Banjar Pemangkat Kota yang terdampak air banjir rob.
Situasi warga di Dusun Banjar Pemangkat Kota yang terdampak air banjir rob.

Termasuk Warga Yang Ada Di Perbatasan

SAMBAS - Hujan yang turun pada Senin (8/12) dibarengi dengan air pasang sungai tinggi, menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas terdampak. Bahkan ketinggian air yang ada masuk ke sejumlah rumah warga.

Seperti di beberapa wilayah yang ada di Kecamatan Sejangkung. Sejumlah warga akui air pasang yang tinggi ditambah adanya hujan pada Senin (8/12) menyebabkan air hingga ke pemukiman dan mengenai sejumlah rumah warga.

“Sempat tinggi pada Senin (8/12) pagi, dan Alhamdulillah mulai surut pada siang dan sore, mudah-mudahan hujan tidak turun lagi,” kata warga Dusun Kawakan Desa Parit Raja Kecamatan Sejangkung, Guntur, dikonfirmasi wartawan, Senin (8/12). Wilayah yang terkena dampaknya, merupakan pemukiman warga yang dekat dengan tepian Sungai Sejangkung.

Kondisi tersebut juga dialami sejumlah warga di beberapa wilayah di Kecamatan Sejangkung. Seperti disampaikan Sekretaris Kecamatan Sejangkung, Dini. dirinya menyebutkan dari laporan, sejumlah wilayah terdampak air pasang tinggi yang disertai intensitas hujan lebat yang terjadi Senin (8/12).

Banjir yang melanda di daerah perbatasan, yakni di Sungai Bening Kecamatan Sajingan Besar. Sejumlah Daerah Di Sambas, Terdampak.
Banjir yang melanda di daerah perbatasan, yakni di Sungai Bening Kecamatan Sajingan Besar. Sejumlah Daerah Di Sambas, Terdampak.

“Kalau data yang masuk ke kecamatan, wilayah yang terdampak yakni Perigi Limus, Perigi Landu, Sulung serta Sendoyan. Kami di kecamatan terus lakukan update berkaitan dengan kondisi yang ada,” kata Dini.

Warga di Kecamatan Pemangkat, juga merasakan dampak dari tingginya air pasang laut atau rob pada Senin (8/12). Seperti di Dusun Banjar Desa Pemangkat Kota, bahkan di wilayah ini sudah memasuki hari ketiga banjir rob terjadi dengan debit air tertinggi yang diperkirakan terjadi pada Senin (8/12).

Disampaikan Warga Dusun Banjar, Hari. Air pasang pada Senin (8/12) sudah mulai masuk ke rumah warga sejak pukul 03.00 WIB. hingga mencapai puncak sekitar pukul 05.00 WIB. Ketinggian air, nyaris lutut orang dewasa. “Kondisi yang terjadi bukan saja di jalan, melainkan sudah masuk ke rumah warga,” kata Hari.

Atas kondisi yang terjadi, aktivitas warga terganggu. Banyak kendaraan yang terjebak di rumah, sehingga sulit untuk mengantar anak sekolah. Sehingga warga harus membereskan air bercampur lumpur di dalam rumah.

"Untuk di Dusun Banjar, nyaris seluruh rumah terendam banjir, kondisi ini sudah tiga hari. Hari ketiga ini debit air tinggi," katanya. Bahkan ada satu rumah warga terdampak parah yang memang bangunannya berada di dekat bibir pantai.

Warga Sunsung Kecamatan Sambas, Indra juga mengalami hal sama. Air pasang sungai disertai hujan yang turun, menyebabkan rumahnya kemasukan air. “Memang hanya beberapa sentimeter, tapi air sudah masuk ke dalam rumah pada Senin (8/12) pagi,” kata Indra. Kondisi ini, membuat dirinya harus mengamankan sejumlah barang yang ada di dalam rumah agar tak kena air. Selain itu, kewaspadaan juga dilakukan, karena khawatir air naik kembali lantaran hujan masih turun serta air pasang cukup tinggi.

Ketinggian Air Juga Ancam Warga Perbatasan

Curah hujan tinggi yang terjadi dampaknya juga dirasakan warga yang ada di daerah perbatasan Indonesia - Malaysia, terutama di daerah Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

“Luapan air sungai karena curah hujan tinggi yang terjadi terus menerus selama dua hari terakhir, sehingga air sungai meluap dan mengenai beberapa rumah di pemukiman warga,” kata Iwan, warga setempat, Senin (8/12).

Disampaikannya, kondisi yang terjadi terjadi sejak pagi hingga siang hari, dimana air belum surut. “Kalau tingginya bervariasi, tapi memang hingga siang kondisi air belum surut,” katanya.

Jika dihitung, kondisi yang ada dialami beberapa rumah warga. Namun demikian, ini bukan kali pertama terjadi. “Banjir seperti ini, sudah beberapa kali terjadi terutama saat musim penghujan, di akhir tahun,” katanya.

Hingga saat ini, secara umum belum ada warga yang terpaksa harus mengungsi, namun banjir yang terjadi mengganggu aktivitas warga. “Yang pasti, akses jalan terganggu, sehingga warga kesulitan beraktivitas. termasuk saat anak anak akan berangkat ke sekolah,” katanya.

BPBD Turun Ke Sejumlah Wilayah Terdampak

Sementara itu, sesuai data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas, kondisi wilayah yang terdampak sudah hingga Senin (8/12) meluas ke 12 Kecamatan dan 30 Desa di Kabupaten Sambas. Namun demikian, ketika air pasang surut, kondisi air yang ada juga mulai surut.

Diantaranya di Kecamatan Sejangkung, yang terjadi di Desa Sulung, Desa Sendoyan, Desa Sepantai dan Desa Perigi Limus. Kemudian di Kecamatan Pemangkat warga di Banjar Kuala, Pemangkat Kota, Penjajab, Dungun Perapakan terdampak.

Untuk di Kecamatan Selakau, kondisi tersebut terjadi di Desa Parit Baru, Sungai Daun, Sungai Nyirih dan Gayung Bersambut. Di Kecamatan Paloh, melanda Desa Kalimantan, Sebubus, Matang Danau, Nibung dan Malek.

Kemudian di Kecamatan Sajingan Besar terjadi di Desa Santaban. Kecamatan Jawai Selatan di Desa Jawai Laut. Kecamatan Jawai di Desa Sarang Burung Usrat. Kecamatan Sambas Lubuk Dagang dan Dalam Kaum. Untuk Kecamatan Tebas terjadi di Tebas Sungai dan Tebas Kuala.
Selanjutnya di Kecamatan Tangaran terjadi di Desa Merpati. Kecamatan Sebawi terjadi di Sebangun, Tebing Batu serta Sempalai Sebedang. Serta di Kecamatan Teluk Keramat terjadi di Sekura dan Tanjung Keracut.(fah)

Editor : Hanif
#Kawasan Permukiman #warga perbatasan #Hujan Lebat #air pasang #banjir