Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Berhenti Jadi Sopir Taksi, Saputra Sukses Kembangkan Durian Premium di Sambas

Fahrozi PP • Sabtu, 27 Desember 2025 | 11:42 WIB
SIAP PANEN: Saputra menunjukkan buah durian yang siap panen di kebunnya yang terletak di Dungun Perapakan, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.
SIAP PANEN: Saputra menunjukkan buah durian yang siap panen di kebunnya yang terletak di Dungun Perapakan, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

PONTIANAK POST - Jerih payah Saputra mulai terbayar, setelah dengan telaten mengembangkan tanaman durian. Sekitar lima tahun lebih, kini buah berduri tajam yang ditanamnya membuahkan hasil.

Kebunnya di Dungun Perapakan Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas, yang ditanami sekitar 89 pohon dengan beberapa jenis, diantaranya Musang King, Duri Hitam, Masmuar, Montong. Masa panen saat ini, sekitar 47 pohon durian sudah berbuah, hampir seluruh buah yang ada sudah dipesan pembeli, bahkan diantaranya oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.

Terutama durian jenis Duri Hitam, seluruhnya sudah diberi label nama pemesan. Termasuk Musang King, juga demikian. Dirinya hanya menyisakan beberapa buah yang itu untuk dimakan. Pembelinya ternyata bukan hanya dari Kabupaten Sambas, melainkan dari Ngabang serta Pontianak. Bahkan Saputra terpaksa menolak pembeli yang dari jauh, karena takut kehabisan.

“Alhamdulillah, ini sudah memasuki panen yang ke tiga kali. Dari 89 pohon 47 sudah berbuah dan bisa dipanen,” kata Saputra ditemui di kebunnya yang berada tepat di belakang rumahnya di Dungun Perapakan Kecamatan Tebas.

Pembelinya, diantaranya dari Kota Pontianak, Ngabang dan Kabupaten Sambas. Diantaranya adalah Wakil Gubernur Kalimantan Barat. “Ada Pak Wakil Gubernur pesan juga, ada beberapa yang sudah diambil, namun banyak masih ada di pohon dan rencananya di Januari 2026 nanti baru bisa dipanen,” katanya.

Durian jenis duri hitam yang sudah habis (sudah dipesan), kemudian Musang king. Dimana dua jenis ini memang menjadi favorite. Jenis duri hitam, Saputra memasarkan Rp400 ribu per kilogram, kemudian Musang King Rp300 ribu, Masmuar Rp200 ribu. “Harga ngambil sendiri di kebun, kami tidak mengantar,” kata Saputra sambil menunjukkan buah durian yang sudah berlabel nama pemesan.

Tentu saja, apa yang dinikmati Saputra ini diperolehnya serta merta. Ada proses panjang yang dilalui. Setelah berhenti menjadi sopir taxi di Bali, dirinya diminta pulang ke Sambas karena orang tua sakit. “Saya tujuh tahun jadi sopir taxi di Bali, namun diminta orang tua pulang ke Sambas karena sudah sering sakit, akhirnya saya pulang dan tidak diperbolehkan lagi kerja ke Bali atau keluar dari Sambas,’ katanya.

Setelah di Sambas, dirinya tak ada pekerjaan tetap. Selanjutnya mulai berkebun dengan menanam jeruk. “Jaruk berhasil, jadi kebun yang ada dibelakang rumah ada tanaman jeruknya,” katanya. Hingga akhirnya, Suprapto menonton youtube tentang pengembangan dan travelling durian. Dari sinilah, dirinya mulai mencoba untuk mengawali menanam tanaman durian.

Beberapa kali uji coba dilakukan untuk mengembangkan tanaman durian, tentu dengan modal yang sangat terbatas yang saat itu dari hasil penjualan jeruk. “Untung ada tanaman jeruk, sehingga membantu untuk permodalan memulai menanam durian,” katanya.

Hingga akhirnya, durian yang ditanam tumbuh dengan baik hingga berbuah. Lantas Saputra mulai menambah jumlah tanaman, namun dengan terpaksa harus mengorbankan beberapa pohon jeruk. “Karena lahan yang ada terbatas, ada beberapa jeruk yang dikorbankan untuk menambah tanaman durian,” katanya.

Dimasa panen sekarang, di kebunnya sering bergantian orang berdatangan. Mulai dari membeli durian, membeli bibit hingga niat untuk melihat. “Saya juga membibitkan durian, dan Alhamdulillah, dari durian ini lah keluarga kami hidup, karena memang tidak ada pekerjaan lain,” katanya.(fah)

 

Editor : Hanif
#sopir taksi #suprapto #musang king #sambas #duri hitam #kebun durian