PONTIANAK POST – Intensitas hujan yang tinggi pada malam pergantian tahun 2026 berdampak pada penurunan jumlah kunjungan wisatawan di wilayah Kecamatan Paloh. Destinasi wisata pantai, salah satunya Pantai Tanjung Api, mengalami penyusutan pengunjung dibandingkan tahun sebelumnya akibat cuaca ekstrem.
Pengelola Wisata Pantai Tanjung Api, Jefri, mengonfirmasi bahwa faktor cuaca menjadi kendala utama. Hujan yang mengguyur sejak Rabu (31/12/2025) hingga Kamis (1/1/2026) membuat masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor, enggan bepergian ke objek wisata alam.
Selain faktor hujan, kondisi infrastruktur menuju lokasi juga menjadi pemicu berkurangnya minat wisatawan. Jefri menjelaskan bahwa akses masuk menuju Pantai Tanjung Api menjadi becek dan licin setelah diguyur hujan lebat.
"Jalan akses masuk ke Pantai Tanjung Api becek karena hujan. Ini memengaruhi tingkat kunjungan ke tempat penangkaran penyu kami," ujar Jefri, Kamis (1/1). Meskipun terjadi penurunan, pihak pengelola belum bisa memastikan persentase pasti merosotnya jumlah kunjungan. Pasalnya, hingga Kamis siang, masih terdapat wisatawan yang datang berkunjung setelah menempuh perjalanan dari objek wisata lain di kawasan Temajuk.
Kondisi cuaca ekstrem ini sebelumnya telah menjadi atensi Kepolisian Resor (Polres) Sambas. Kapolres Sambas, AKBP Wahyu Jati Wibowo, menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan bagi pengelola tempat wisata, termasuk penyediaan sarana dan prasarana keselamatan bagi pengunjung.
"Kondisi cuaca harus menjadi perhatian bersama, termasuk para pengelola tempat wisata," tegas Kapolres usai memimpin apel pengamanan malam tahun baru di Mapolres Sambas.
Dalam pengamanan malam pergantian tahun kali ini, Polres Sambas menyiagakan sedikitnya 515 personel. Fokus pengamanan meliputi rumah ibadah (gereja), titik-titik keramaian massa, serta objek wisata potensial guna mengantisipasi gangguan keamanan dan kecelakaan di lokasi wisata akibat faktor cuaca. (fah)
Editor : Hanif