PONTIANAK POST - Hingga Minggu (4/1) sore , Toni (65), warga Desa Santaban, Kecamatan Sajingan Besar, belum juga ditemukan. Proses pencarian terus dilakukan oleh Tim Gabungan bersama keluarga dan warga.
“Belum ditemukan hingga Minggu (4/1) kami terus lakukan pencarian,” kata Koordinator Pos SAR Sintete, Zulhijah.
Menurutnya, pencarian terus dilanjutkan dengan memperluas area, kemudian menggunakan pemantauan melalui udara yakni Drone Thermal. “Pencarian terus dilakukan dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi pondok dan area sekitarnya dengan harapan Toni dapat segera ditemukan,” katanya.
Sebelumnya, Toni ini dilaporkan hilang setelah pergi ke kebun dan tidak kunjung kembali ke rumah. Hasil keterangan sementara, korban terakhir kali diketahui berada di pondok kebun pada Sabtu 13 Desember 2025 sekitar pukul 13.00 WIB. Namun beberapa hari setelahnya, sudah tidak terlihat.
“Ketika dilakukan pengecekan kembali, korban sudah tidak berada di pondok kebun, Selanjutnya, atas inisiatif keluarga bersama warga setempat, pada 26 Desember 2025 melaporkan ke Kepala Desa Santaban dan pada 28 Desember 2025 keluarga membuat laporan ke polisi yang selanjutnya diteruskan ke Tim SAR,” katanya.
Warga saat mendatangi lokasi kebun terakhir kali korban terlihat. menemukan bekas makanan berupa lauk pauk dan nasi sudah basi dan mulai berjamur. Sehingga petunjuk ini menyebutkan kalau korban sudah lama meninggalkan pondok kebun. “Keluarga mengaku khawatir karena Toni belum juga pulang ke rumah,”
Lantaran belum juga menemukan titik terang, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Pontianak pada Kamis (1/1) pukul 06.02 WIB menerjunkan tim rescue dari Pos SAR Sintete menuju lokasi kejadian.
Selanjutnya, dalam operasi pencarian yang melibatkan Pos SAR Sintete, Polsek Sajingan Besar, Koramil Sejangkung 02, Perangkat Desa Santaban, Puskesmas Sajingan Besar, masyarakat setempat, serta keluarga korban, terus menelusuri sekitar kebun dimana korban terakhir terlihat.
“Kami terus melanjutkan upaya pencarian terhadap Toni, warga Desa Santaban, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas, yang dilaporkan hilang. Hingga Jumat, 2 Januari 2026, pencarian telah memasuki hari kedua namun korban belum ditemukan,’ katanya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak I Made Junetra, menyampaikan jika istri korban yang terakhir kali melihat Toni seorang diri di pondok.
“Begitu keluarga ini datang lagi ke kebun tidak menemukan Toni,” katanya. Proses pencarian menghadapi kendala di lapangan, dimana lokasi tergenang banjir, sehingga menyulitkan pergerakan tim. (fah)
Editor : Hanif