PONTIANAK POST - Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo menegaskan ke masyarakat untuk tidak panic buying atau membeli secara berlebihan karena rasa cemas terhadap bahan bakar minyak (BBM) sebagai dampak adanya informasi yang tidak diketahui kebenarannya.
"Belilah seperti biasa, sesuai kebutuhan, jangan panic buying, jangan terpancing adanya isu-isu yang belum jelas kebenarannya," kata Kapolres Sambas, Kamis (13/3), usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 Polres Sambas. Kapolres Sambas juga menyampaikan, sesuai data Pertamina suplai dan stok BBM masih aman.
Sementara dalam Apel Gelar pasukan, AKBP Wahyu Jati memberikan arahan kepada jajarannya serta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan operasi. Ditekankan, bagaimana pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Pengamanan Idulfitri membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, dan stakeholder lainnya. Lantaran bukan hanya kelancaran lalu lintas, tapi situasi kamtibmas aman dan kondusif di pemukiman serta rumah ibadah, agar masyarakat melaksanakan ibadah Ramadan dan rayakan Idul Fitri dengan nyaman serta khusyuk dapat tercipta,” katanya.
Kapolres Sambas juga mengingatkan untuk memaksimalkan layanan polisi via Call Center 110 dan Command Center terintegrasi CCTV serta teknologi. Masyarakat juga diharapkan memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai bentuk peran serta menciptakan kamtibmas,
Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan kegiatan masyarakat menjelang hingga pasca-Idulfitri 1447 H akan dilangsungkan selama 13 hari sejak 13 Maret 2026.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di halaman Mapolres Sambas tersebut, pengecekan dilakukan untuk melihat kesiapan terhadap personil yang terlibat selama operasi, yang terdiri dari petugas kepolisian dari Polres Sambas, juga didukung jajaran TNI, Pemerintah Daerah seperti Dishub dan Satpol PP, lembaga masyarakat serta pihak terkait lainnya.
Mereka yang terlibat nanti akan diterjunkan dalam rangka pengamanan kegiatan masyarakat, mulai dari mudik hingga balik, tempat-tempat keramaian, pusat perbelanjaan termasuk titik rawan arus lalu lintas, serta objek dan tempat wisata, yang kesemuanya untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat.
Kabag Ops Polres Sambas, AKP Prapto Yudono dalam kegiatan memaparkan potensi kerawanan jelang Idulfitri dalam Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Kapuas 2026. Diantaranya kejahatan konvensional, bencana alam maupun nonalam, narkoba, kejahatan siber, lalu lintas, intoleransi beragama, terorisme/sabotase, serta stabilitas bahan pokok penting (bapokting).
Selama operasi, disebutkan Kabag Ops, Polres Sambas melibatkan 43 personel. Kemudian mendirikan Pos Pengamanan (Pospam) yang tersebar di Pos Lantas Pemangkat, Tebas (Jembatan Sungai Sambas Besar), Pos Polantas Sambas, Penyeberangan Sungai Sumpit, dan PLBN Aruk.
Kegiatan juga memprioritaskan pengamanan masjid di wilayah hukum Polres Sambas, serta objek penyeberangan seperti Penjajap Pemangkat (Sungai Batang), Tanjung Harapan (Sekura Teluk Keramat), dan Sungai Sumpit (Ceremai Paloh). (fah)
Editor : Hanif