PONTIANAK POST - Entah apa yang sebenarnya terjadi dengan kondisi BBM. Pasalnya, banyak warga di Kabupaten Sambas kesusahan mendapatkan bahan bakar untuk kendaraan yang sehari-hari digunakan untuk antar anak sekolah, ke pasar dan keperluan lain yang menjadi aktivitas sebuah rumah tangga.
Kondisi yang terjadi semakin parah dalam beberapa hari terakhir sejak Rabu hingga kemarin (13/3). Dimana belum pernah kejadian, di penjual atau pengecer BBM terjadi antrean. Namun itu terjadi di beberapa pengecer di Kota Sambas.
Warga pun menyerbu pengecer BBM atau yang biasa disebut Pertamini. Lantaran untuk mendapatkan BBM di SPBU harus antre hingga puluhan meter, bahkan saking panjangnya sampai kehabisan. Bahkan untuk BBM jenis Pertamax yang biasa datang langsung isi, untuk saat ini juga habis. Ludes.
Lantaran BBM di SPBU kosong, pengecer juga kehabisan stok. Alhasil, BBM khususnya jenis pertalite pun menjadi barang yang langka. Jika ada, harganya tinggi. Naik.
“Tak tahulah, mengapa bisa begini (kenapa bisa terjadi seperti ini BBM sulit),” kata Risma, warga Sambas, Jumat (13/3).
Bukan hanya dirinya, dimana-mana cerita warga terkait susahnya mendapatkan BBM. Sampai ada yang sudah kehabisan, mencari kesana kemari, namun tak kunjung dapat. Semua habis.
“Tadi ada keluarga datang ke rumah, kehabisan minyak, karena mencari kesana kemari, tak dapat. Mau antre di SPBU, antrean cukup panjang, jadi motor habis minyak, jadi kami berbagilah minyak yang tinggal sedikit di motor, supaya dia bisa pulang ke rumah,” katanya.
Ahfi, warga Sambas lainnya juga mengaku hal sama. Pengecer dimana-mana sudah kehabisan minyak. “Rata-rata mereka (pengecer) kehabisan minyak,” katanya. Tak tahulah besok mau bagaimana, pasalnya motor di rumah sudah kehabisan minyak. “Pakai jalan kaki lah kemana-mana kalau tak ada minyak, karena motor sudah kosong, minyak habis,” katanya.
Iman, warga Sambas mengaku bisanya yang susah itu pertalite, tapi sekarang saja untuk pertamax di SPBU juga kehabisan. “Bagaimana mau nyari minyak, minyak di motor saja sudah sekarat, tinggal satu balok,” katanya.
Bupati Sambas Satono, Wakil Bupati Sambas Heroaldi, bersama dengan Kapolres, Kajari, Dandim Sambas pada Jumat (13/3) melaksanakan sidak ke SPBU. Bahkan dalam kegiatan tersebut, pihak pengelola SPBU diminta langsung menelepon Pertamina berkaitan dengan jumlah kuota yang seharusnya diterima SPBU.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sambas menyampaikan kepada masyarakat untuk tenang, lantaran atas jawaban konfirmasi ke Pertamina. Jika kuota BBM untuk seluruh SPBU di Kabupaten Sambas aman dan terkendali. Sehingga tidak perlu panik atau ketakutan berkaitan dengan BBM. (fah)
Editor : Hanif