Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wamendagri Ajak Dai Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat di Wilayah Perbatasan Sambas

Fahrozi PP • Kamis, 9 April 2026 | 10:12 WIB
Wamendagri Akhmad Wiyagus menderima cendera mata dari Bupati Sambas di sela-sela acara Seminar Internasional dan Upgrading Dai. (ISTIMEWA)
Wamendagri Akhmad Wiyagus menderima cendera mata dari Bupati Sambas di sela-sela acara Seminar Internasional dan Upgrading Dai. (ISTIMEWA)

 

PONTIANAK POST - Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Komjen. Pol. (Purn) Dr. Akhmad Wiyagus mengajak kepada seluruh dai untuk meningkatkan perannya ditengah masyarakat. Termasuk dalam upaya membangun kemandirian umat di daerah perbatasan.

Hal tersebut disampaikannya saat berada di Kabupaten Sambas dalam rangka kegiatan Seminar Internasional dan Upgrading Dai dengan tema “Sinergitas Dai dalam Pembangunan di Wilayah Perbatasan Negara” yang dihadiri enam negara termasuk Indonesia di Sambas 7-9 April 2026.

“Peran dai harus diperluas, selain menyebarkan nilai-nilai agama, juga harus mendorong kemandirian masyarakat di sektor lainnya dalam rangka pembangunan, termasuk di wilayah perbatasan,” kata Akhmad Wiyagus.

Menurutnya, dai juga harus menggerakkan masyarakat, sehingga berdaya saing dalam upaya memajukan daerah. “Dai memiliki posisi strategis untuk menggerakkan masyarakat, terutama di daerah perbatasan seperti di Kabupaten Sambas. Para dai harus ikut mendorong kemandirian ekonomi, kemandirian pangan, hingga kemandirian di sektor lainnya di tengah masyarakat,” katanya.

Baca Juga: BNPP Tekankan Peran Strategis Wilayah Perbatasan sebagai Penggerak Ekonomi Warga

Terlebih, hal ini sejalan dengan apa yang menjadi program Presiden RI Prabowo Subianto yang ingin perbatasan menjadi garda terdepan yang maju secara ekonomi.

“Presiden RI bertekad menjadikan wilayah perbatasan sebagai prioritas pembangunan nasional. Diantaranya program yang dilaksanakan, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) serta penguatan ekonomi masyarakat yang tujuannya mempercepat kemajuan daerah termasuk wilayah perbatasan,” katanya.

Bupati Sambas Satono menyampaikan pihaknya sebagai pemerintah daerah yang memiliki wilayah perbatasan antarnegara, berkomitmen membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) yang itu menjadi salah satu kunci dalam percepatan pembangunan di ujung negeri.

“Pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam menyongsong kemajuan wilayah perbatasan. Karena itu (pembangunan SDM) menjadi kunci agar potensi daerah dapat dimanfaatkan secara maksimal,” kata Satono.

Kabupaten Sambas, sebutnya, sebagai daerah perbatasan memiliki potensi luar biasa, yang jika itu bisa dikelola dengan baik akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Gaji Ke-13 ASN 2026 Belum Pasti, Kemenkeu Masih Lakukan Kajian di Tengah Tekanan Ekonomi

“Kabupaten Sambas memiliki potensi besar, mulai dari sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan lintas batas, yang itu bisa dimanfaatkan secara maksimal jika dikelola dengan baik,” katanya. (fah)

Editor : Hanif
#Wamendagri #kemandirian #pembangunan #Dai #ekonomi masyarakat