PONTIANAK POST – Sebanyak 1.000 tukik dilepasliarkan di Pantai Tanjung Api, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, dalam kegiatan konservasi yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama PT BRI Asuransi Indonesia (BRINS) dan masyarakat setempat.
Kegiatan yang berlangsung pada 5 Juni 2026 itu menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian penyu sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir akan pentingnya menjaga ekosistem laut.
Penyu Penjaga Keseimbangan Ekosistem Laut
PNM menegaskan penyu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan rantai makanan laut serta kesehatan terumbu karang. Namun, populasi satwa tersebut saat ini menghadapi berbagai ancaman, mulai dari perubahan iklim hingga aktivitas manusia yang merusak habitat alaminya.
Manajer Bisnis ULaMM PNM Cabang Pontianak mengatakan pelepasliaran tukik diharapkan dapat membantu meningkatkan populasi penyu di alam sekaligus mendorong masyarakat menjaga kawasan pantai yang menjadi lokasi bertelur penyu.
“Penyu bukan hanya simbol kehidupan laut, tetapi juga indikator kesehatan ekosistem perairan. Jika penyu lestari, maka rantai kehidupan laut pun akan tetap seimbang,” ujarnya.
Perkuat Kolaborasi Konservasi Pesisir
Kegiatan ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 14 tentang perlindungan ekosistem laut dan pesisir.
PNM menilai pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci agar upaya konservasi dapat berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang.
Puluhan warga Desa Sebubus dan sukarelawan turut ambil bagian dalam pelepasan tukik di kawasan Pantai Tanjung Api. Keterlibatan masyarakat dinilai penting karena keberhasilan konservasi sangat bergantung pada kepedulian warga yang hidup berdampingan dengan habitat penyu.
Dorong Ekowisata dan Ekonomi Warga
Selain pelepasan tukik, PNM dan BRINS menyerahkan bantuan berupa perbaikan infrastruktur jalan menuju Pantai Tanjung Api, pembangunan gapura kawasan, penyediaan bak sampah, serta atribut kerja bagi penjaga pantai berupa kaos dan topi.
Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas kawasan wisata sekaligus menjaga kebersihan lingkungan pesisir.
Pantai Tanjung Api juga diproyeksikan berkembang sebagai kawasan ekowisata berbasis konservasi yang tidak hanya mendukung pelestarian penyu, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Keberadaan ekowisata diyakini mampu menciptakan lapangan usaha baru, memperkuat ekonomi warga, serta menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga laut.
Bagi masyarakat pesisir, pelepasan 1.000 tukik bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol harapan agar laut tetap menjadi sumber kehidupan dan warisan yang terjaga bagi generasi mendatang. (vie/ser)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro