PONTIANAK POST– Polres Sambas meraih peringkat kedua jajaran Polres di lingkungan Polda Kalimantan Barat pada kategori Total Serapan Bulog Juni 2026 untuk komoditas jagung. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo membenarkan capaian tersebut saat dikonfirmasi wartawan. Menurutnya, penghargaan itu merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam mendukung program ketahanan pangan.
"Ini menjadi hasil dari kerja sama, kolaborasi, dan sinergi antara Polres Sambas, Pemkab Sambas, petani, poktan, masyarakat, pemdes, dinas terkait, dan semua pihak yang mendukung program ketahanan pangan," kata Kapolres.
Baca Juga: HUT Bhayangkara ke-80, Polres Sambas Beri Penghargaan untuk Masyarakat dan Personel
Ia berharap seluruh elemen terus mendukung program ketahanan pangan nasional sehingga capaian yang telah diraih dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Kasi Humas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih mengatakan, penghargaan tersebut diumumkan Polda Kalimantan Barat dalam penilaian Lomba Ketahanan Pangan. Penilaian itu merupakan upaya mendukung program ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi sektor pertanian, peningkatan produksi, hingga sinergi dengan berbagai pihak.
Pada kategori Total Serapan Bulog Juni 2026, Polres Sambas mencatat serapan jagung sebanyak 35,55 ton dan menempati peringkat kedua. Posisi pertama diraih Polres Bengkayang dengan serapan 70,10 ton, sedangkan peringkat ketiga ditempati Polres Mempawah dengan total 31,60 ton.
"Capaian tersebut menjadi bukti nyata kontribusi Polres Sambas dalam mendukung penyerapan hasil panen petani sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Barat," kata Sadoko.
Baca Juga: Kader PKK Sambas Jadi Ujung Tombak Kesadaran Tertib Administrasi Kependudukan
Dalam penilaian keseluruhan lomba, Polres Bengkayang keluar sebagai juara umum dengan nilai 65 poin. Posisi kedua ditempati Polres Ketapang dengan 53 poin dan peringkat ketiga diraih Polres Landak dengan 49 poin.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, yakni luas lahan tanam, capaian persentase penanaman, hasil produksi, serapan Bulog, serta dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Himbara.
Selain itu, Polres Ketapang menjadi terbaik pada kategori Luasan Lahan Tanam, Polres Kayong Utara pada kategori Persentase Penanaman Berdasarkan Deklarasi, Polres Sanggau pada kategori Koefisien Hasil Produksi, serta Polres Bengkayang kembali menjadi terbaik pada kategori Total Hasil Produksi dan Nominal KUR Himbara.
Baca Juga: Dosen Politeknik Negeri Sambas Latih Karang Taruna Susun Laporan Keuangan ISAK 35
"Ini akan menjadi motivasi bagi Polres Sambas untuk terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, Bulog, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung program ketahanan pangan. Lantaran apa yang diraih, merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang berkomitmen mendukung terwujudnya ketahanan pangan demi kesejahteraan masyarakat," katanya.
Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana, mengapresiasi peran Polres Sambas dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan kepada petani.
"Polres Sambas memberikan pendampingan mulai dari pembukaan lahan, penanaman hingga penjualan hasil panen jagung, ini dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan nasional," katanya. (fah)
Editor : Miftakhair