Harga Oli Berbagai Merek Melonjak di Sambas, Bengkel Terpaksa Naikkan Biaya Ganti Oli, Konsumen Terkejut

Fahrozi PP • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 11:20 WIB
Penggantian oli motor saat Servis di Bengkel Resmi Yamaha
Oli motor

PONTIANAK POST - Kenaikan harga oli kendaraan bermotor berbagai merek dikeluhkan pemilik bengkel maupun pemilik kendaraan di Kabupaten Sambas. Kondisi tersebut membuat bengkel menyesuaikan biaya penggantian oli sehingga sebagian konsumen mengaku terkejut.

Hendri, pemilik bengkel motor skala kecil di Kabupaten Sambas, mengatakan kenaikan harga oli mulai dirasakannya sekitar satu bulan terakhir saat membeli stok di toko suku cadang kendaraan.

“Tahunya waktu belanja, kurang lebih satu bulan yang lalu. Saat membeli di toko sparepart motor, harga oli semua merek alami kenaikan,” katanya, Senin (20/7).

Baca Juga: Polres Sambas Perkuat Dukungan untuk Tim Dayung Putra Bibsa, Pembinaan Atlet Jadi Fokus Berkelanjutan

Menurut Hendri, besaran kenaikan harga berbeda-beda, bergantung pada merek oli. Namun, hampir seluruh merek yang umum digunakan masyarakat mengalami penyesuaian harga.

“Kalau kenaikannya variasi, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp40 ribu per kemasan satu liter,” katanya.

Ia mengaku terkejut saat mengetahui kenaikan harga oli. Meski demikian, stok tetap harus disediakan karena menjadi kebutuhan utama pelanggan yang rutin melakukan penggantian oli.

“Mau tidak mau lah harus ada stok oli di bengkel, karena menjadi barang yang diperlukan oleh pelanggan-pelanggannya, karena banyak yang setiap satu bulan harus ganti oli untuk motor mereka,” katanya.

Baca Juga: Wacana Dapil Kalbar 3 Menguat: Wakil Ketua DPRD NIlai Sambas, Bengkayang, dan Singkawang Berpotensi Jadi Satu Daerah Pemilihan

Akibat kenaikan tersebut, Hendri mengaku selalu menyampaikan lebih dulu kepada pelanggan bahwa biaya penggantian oli ikut mengalami penyesuaian agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kami sampaikan dulu, kalau ada kenaikan harga oli, jadi biaya yang dikeluarkan juga naik,” katanya.

Menurutnya, sebagian pelanggan memang mempertanyakan alasan kenaikan harga tersebut. Ia pun menjelaskan bahwa penyesuaian mengikuti harga beli dari distributor.

“Sempat ditanya pelanggan, kenapa harga oli naik. Saya sampaikan itu sudah dari harga belanja. Bahkan kalau tidak percaya saya suruh beli oli sendiri, nanti di bengkel saya yang menggantinya, jadi kami terima ongkos penggantian,” katanya.

Sementara itu, Imam, pemilik sepeda motor, mengaku juga merasakan kenaikan harga oli saat mengganti oli kendaraannya belum lama ini.

“Ada kenaikan harga oli, kurang lebih Rp10 ribuan, untuk satu liter,” katanya.

Baca Juga: Huawei Tak Naikkan Harga Pura Series, Apple iPhone 18 Justru Terancam Makin Tertekan

Ia mengaku terkejut karena tidak mengetahui adanya kenaikan harga sebelumnya. Namun, menurutnya, penggantian oli tetap dilakukan karena merupakan kebutuhan penting untuk menjaga kondisi mesin kendaraan tetap baik. (fah)

 

Editor : Miftakhair
naik bengkel pelanggan harga oli