PONTIANAK POST - Arus lalu lintas di kawasan Jembatan Batu–Pasar Pagi, Kabupaten Sambas, hampir setiap pagi dipadati kendaraan, terutama menjelang jam masuk sekolah. Kondisi tersebut membuat personel Satlantas Polres Sambas rutin melakukan pengaturan arus untuk mencegah kemacetan.
Pantauan Rabu (22/7) pagi, kepadatan terjadi dari tiga arah, yakni Jalan Sucitro (Lapangan Gabsis), Jalan Ahmad Yani atau Jalan Lintas Kalimantan Poros Utara dari arah Kampung Lorong, serta Jalan Pendidikan. Ketiga jalur itu bertemu di simpang Pasar Pagi.
Petugas Satlantas terlihat mengatur kendaraan roda dua dan roda empat yang didominasi pelajar, orang tua yang mengantar anak ke sekolah, mahasiswa, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Baca Juga: Bikin Macet, Polisi Tertibkan Parkir Liar di Pasar Bodok Sanggau
Kepadatan dipicu banyaknya sekolah dan perguruan tinggi di sekitar Jalan Pendidikan sehingga arus kendaraan meningkat pada pagi hari.
"Anak sekolah di daerah Desa Tanjung Mekar paling cepat lewat Jembatan Batu-Jalan Pendidikan. Jadi pemandangan padat arus lalu lintas sudah menjadi menu pagi sehari-hari," kata Nani, warga Sambas.
Menurutnya, kepadatan biasanya terjadi sebelum pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga seluruh aktivitas sekolah dimulai.
"Sebenarnya kepadatan berlangsung beberapa jam karena banyak anak sekolah, orang tua yang mengantar, dan mahasiswa berangkat ke kampus. Setelah itu biasanya jalan kembali normal," ujarnya.
Baca Juga: Sambas, Singkawang, dan Bengkayang Bahas Aset Korpri Sebelum Pemekaran 1999, Ini Fokus Pertemuannya
Hal serupa disampaikan Andi yang setiap pagi mengantar keponakannya ke sekolah.
"Semuanya mengejar masuk sekolah sebelum pukul 07.00 WIB, jadi memang ramai," katanya.
Sementara itu, Eri mengaku tidak mengalami kemacetan karena memilih rute lain dari Tanjung Bugis menuju Tanjung Mekar melalui Jalan Ahmad Marzuki, Jalan Sultan Moh Tsafiuddin, Jalan Lintas Kalimantan Poros Utara, dan Jembatan Sabo'.
"Kalau dari jalur kami tidak ada kepadatan arus lalu lintas," ujarnya. (fah).(fah)
Editor : Miftakhair