PLB Temajuk-Telok Melano Segera Dibuka Lagi, BNPP Siapkan Jalur Baru Penggerak Ekonomi Perbatasan Kalbar

Antara • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 11:13 WIB
Suasana Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.  (ISTIMEWA)
Suasana Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI mematangkan persiapan soft launching pengaktifan kembali Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk, Kalimantan Barat-Telok Melano, Malaysia. Persiapan tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kalbar, kementerian/lembaga, serta instansi terkait pada Jumat (24/7).

BNPP RI menyebut, persiapan soft launching diawali dengan penyusunan proposal yang akan disampaikan kepada Ketua Delegasi Indonesia dan Ketua Delegasi Malaysia sebagai dasar pelaksanaan reaktivasi perlintasan RI-Malaysia melalui jalur Temajuk-Telok Melano.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembukaan kembali konektivitas lintas batas sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi, sosial, dan pariwisata di kawasan perbatasan kedua negara.

Baca Juga: PLB Temajuk Segera Aktif, Pemerintah Percepat Pembukaan Jalur RI-Malaysia

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP RI, Budi Setyono, mengatakan proposal tersebut akan menjadi acuan bersama dalam menyusun rangkaian kegiatan pembukaan kembali jalur lintas batas.

“Soft launching ini perlu dipersiapkan secara matang melalui penyusunan proposal yang akan disampaikan kepada Ketua Delegasi Indonesia dan Ketua Delegasi Malaysia sebagai rancangan pelaksanaan reaktivasi perlintasan Indonesia-Malaysia melalui Temajuk-Telok Melano,” ujar Budi.

Ia menjelaskan, agenda utama yang direncanakan meliputi seremoni soft launching sekaligus deklarasi pembukaan kembali perlintasan Indonesia-Malaysia. Momentum tersebut akan ditandai dengan penandatanganan deklarasi serta pelepasan pelintas pertama yang menggunakan cap PLB. Selain seremoni utama, BNPP RI juga mengusulkan kegiatan pendukung berupa sport tourism 5K fun run dan pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kegiatan tersebut diharapkan dapat melibatkan masyarakat Indonesia dan Malaysia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, promosi produk unggulan daerah, serta memperkuat hubungan sosial masyarakat di kawasan perbatasan.

Baca Juga: BNPP Tekankan Peran Strategis Wilayah Perbatasan sebagai Penggerak Ekonomi Warga

“Kami berharap momentum reaktivasi perlintasan ini tidak hanya menjadi seremoni pembukaan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan yang mendorong pariwisata, pemberdayaan UMKM, dan penguatan hubungan antarmasyarakat di kawasan perbatasan,” kata Budi.

Dalam pertemuan tersebut, BNPP RI juga menerima masukan teknis dari sejumlah instansi terkait. Bea Cukai Sintete mengusulkan agar PLB Temajuk dilengkapi sarana pendukung berupa mesin X-Ray untuk memperkuat pelayanan dan pengawasan lalu lintas barang di kawasan perbatasan.

Pembahasan lanjutan mengenai reaktivasi perlintasan Temajuk-Telok Melano dijadwalkan kembali dalam perundingan Sosek Malindo yang berlangsung pada akhir Juli 2026.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin Budi Setyono dan dihadiri Kepala BPPD Kalimantan Barat, Dinas Pemuda dan Olahraga Kalbar, Dandim Sambas, Kepala BPPD Kabupaten Sambas, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sambas, Kepala PLBN Aruk, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalbar, Lintas Komite Kerja (LKK) Entikong, Kantor Imigrasi Sambas, serta Bea Cukai Sintete. (ant)

Editor : Miftakhair
PLB Temajuk BNPP kalbar malaysia