PONTIANAK POST - Sebanyak 30 personel Brimob Mabes Polri diterjunkan ke wilayah hukum Polres Sambas, Selasa (25/8), untuk membantu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo mengatakan tambahan personel tersebut diharapkan memperkuat upaya penanganan karhutla yang terus dilakukan bersama TNI, pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat.
“Diharapkan kehadiran personel Brimob Mabes Polri merupakan bentuk dukungan dan penguatan bagi kami dalam menghadapi potensi maupun kejadian karhutla di wilayah hukum Polres Sambas,” kata AKBP Sanny.
Baca Juga: Sumber Air Mengering, 263 KK di Sambas Kini Harus Beli Air Bersih untuk Kebutuhan Harian
Menurut Sanny, seluruh pihak perlu memperkuat sinergi dalam menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Dia juga mengajak masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Kami mengajak kepada seluruh pihak dan masyarakat, untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, dimana saat ini sedang mengalami musim kering dan kemarau akibat El Nino. Mari bersama-sama mencegah karhutla demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” kata Kapolres Sambas.
Dalam penanganan karhutla, kepolisian bersama TNI, pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat terus melakukan sinergi untuk mempercepat penanganan, khususnya dalam kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
“Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah, instansi terkait, serta masyarakat dilakukan guna mempercepat penanganan karhutla, khususnya dalam kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran,” katanya.
Baca Juga: Durian Balai Karangan Khas Musim Kemarau Hadir di Pontianak, Ternyata Cita Rasanya Berbeda
Pihaknya bersama jajaran terkait juga terus mengoptimalkan upaya pencegahan, pemadaman, dan pendinginan di lokasi karhutla. Tambahan kekuatan dari Brimob Mabes Polri menjadi bagian dari upaya tersebut.(fah)
Editor : Miftakhair