PONTIANAK POST - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Sambas selama kurang lebih sepekan. Meski demikian, sebagian warga masih enggan menggunakan masker saat keluar rumah dengan alasan merasa tidak nyaman.
“Terasa kabut asap, tapi kalau bermasker tak nyaman saat beraktivitas,” kata Gunawan, warga Sambas, Senin (31/8).
Gunawan mengatakan, setiap hari dirinya harus mengendarai sepeda motor menuju tempat kerja, baik pagi, siang, maupun terkadang malam. Aktivitas tersebut tetap dilakukan meski harus menerjang kabut asap untuk menyelesaikan pekerjaan dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Baca Juga: Kemarau di Tebas Sambas, Warga Terpaksa Beli Air karena Sumur Mengering dan Mulai Payau
Dia mengaku bukan berarti mengabaikan kesehatan. Namun, dirinya belum terbiasa menggunakan masker sehingga merasa tidak nyaman saat mengenakannya. “Belum terbiasa, jadi tak nyaman kalau pakai masker,” katanya.
Berbeda dengan Gunawan, Ani mengaku sudah lama menggunakan masker karena sensitif terhadap asap. Dia tetap menggunakan masker sejak kabut asap masih tipis hingga kondisinya semakin pekat.
“Sudah lama kenakan masker, sejak kabut asap tipis sampai sekarang sudah kuat, karena memang sensitif terhadap asap,” katanya.
Ani mengatakan, banyaknya masker yang harus dibeli membuatnya tidak lagi mengingat jumlah uang yang telah dikeluarkan. Kondisi kabut asap yang semakin pekat membuat frekuensi pembelian masker meningkat.
Baca Juga: Kabut Asap Mulai Selimuti Sambas, Dinkes Catat 1.098 Kasus ISPA hingga 12 Agustus 2026
“Apalagi sekarang, semakin sering beli masker, terpaksalah sisihkan uang belanja, demi kesehatan termasuk anggota keluarga,” katanya.
Berdasarkan prakiraan BMKG untuk wilayah Kalimantan Barat pada Selasa (1/9), kondisi cuaca cerah berawan disertai kekaburan udara akibat kabut asap. BMKG juga mengingatkan potensi meningkatnya suhu udara. Sementara itu, indeks kualitas udara (AQI⁺) dan polusi udara PM2.5 di Sambas dinyatakan tidak sehat.
Anggota DPRD Kabupaten Sambas Yakob Pujana mengingatkan masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Menurutnya, kabut asap akibat karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas.
“Kami mengharapkan masyarakat tetap kenakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, jangan sepelekan kesehatan,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr. Ganjar Eko Prabowo mengatakan sejumlah langkah dapat dilakukan masyarakat saat kabut asap terjadi. Di antaranya menggunakan masker saat berada di luar rumah, menjaga kelembapan di dalam rumah, serta menghindari aktivitas di luar rumah saat kabut asap, terutama bagi yang memiliki masalah pernapasan.
“Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala ISPA atau sesak napas. Kemudian tingkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan minum air putih yang banyak untuk memperkuat sistem imun,” katanya.
Baca Juga: Kualitas Udara Memburuk Imbas Karhutla, Pemkot Singkawang Bagikan 3.300 Masker
Sementara itu, upaya pemadaman karhutla terus dilakukan pihak terkait. Jajaran kepolisian bahkan membuat embung yang dimanfaatkan sebagai sumber air untuk mendukung pemadaman di lokasi. Sarana tersebut digunakan untuk menampung air yang kemudian disalurkan ke titik kebakaran yang lokasinya cukup jauh dari sumber air utama.
Embung dibuat dengan sistem dua kali estafet. Sumber air besar berjarak kurang lebih 200 meter dari embung pertama. Air kemudian disedot menggunakan mesin robin untuk dialirkan ke embung kedua yang berjarak sekitar 100 meter sehingga dapat mendekati titik api.
Dengan cara ini, tekanan pompa mesin semprot diharapkan maksimal untuk pemadaman dan pendinginan di titik hotspot.
Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono mengatakan pemanfaatan embung menjadi salah satu upaya untuk mempercepat penanganan karhutla, terutama di lokasi yang sulit dijangkau sumber air.
Baca Juga: Asap Kalbar Menyeberang ke Sarawak, Udara Kuching dan Samarahan Berbahaya untuk Manusia
Upaya tersebut dilakukan tim gabungan dari Polsek Teluk Keramat, BKO Brimob, Tim Karhutla Polres Sambas, dan instansi terkait. Tim melakukan pemadaman serta pendinginan sejak pagi hingga sore hari.(fah)
Editor : Miftakhair