PONTIANAK POST – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Sambas mencapai 14.795 kasus hingga minggu ke-34 2026. Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mencatat 697 kasus terjadi pada minggu tersebut dan tersebar di 28 puskesmas.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Ponidi, mengatakan kabut asap sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi pemicu kasus ISPA di Kabupaten Sambas.
“Terkait dengan kondisi kasus ISPA di Kabupaten Sambas. Berdasarkan data laporan bahwa pada minggu ke-34 di tahun 2026, kasus ISPA di Kabupaten Sambas itu sudah mencapai angka 14.795 kasus. Dengan penyebaran di 28 puskesmas,” kata Ponidi, Selasa (8/9).
Baca Juga: Waspada ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla, Apoteker Ingatkan Warga Tak Sembarangan Minum Obat
Menurutnya, secara mingguan terdapat 697 kasus ISPA pada minggu ke-34. Jumlah tersebut meningkat sekitar 50 persen dibandingkan minggu ke-33. Ponidi mengatakan jumlah kasus di sejumlah puskesmas sudah di atas seribu kasus.
“Sesuai data sebaran kasus ISPA, saat ini memang yang paling tinggi itu di wilayah Puskesmas Sebangkau. Kemudian Puskesmas Sajad dan Puskesmas Selakau. Kasusnya cukup banyak, di atas seribu kasus untuk Puskesmas Sebangkau, Sajad, Selakau, dan Sebawi. Ini lumayan tinggi,” katanya.
Menghadapi tingginya kasus ISPA, Ponidi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
“Jangan terlalu banyak beraktivitas di luar rumah. Jika memang harus ada kegiatan di luar rumah, sebaiknya selalu menggunakan masker secara konsisten. Maksudnya, masker dipasang. Dipakai selama kegiatan. Jangan dilepas,” katanya.
Baca Juga: Kasus ISPA Kalbar Tembus 54 Ribu, Pemprov Siapkan 63 Rumah Oksigen dan Puskesmas 24 Jam
Masyarakat juga diimbau menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi air putih dan buah-buahan yang mengandung vitamin C. Jika mengalami gangguan saluran pernapasan atau ISPA, masyarakat diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
“Kami berharap semua untuk saling menjaga agar suasana kabut asap tidak diiringi dengan peningkatan kasus ISPA. Bagaimana bersama-sama memiliki kebiasaan untuk menjaga kondisi tubuh,” ujarnya.
Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana, juga mengimbau masyarakat mengenakan masker selama kabut asap akibat karhutla masih terjadi. Menurutnya, penggunaan masker menjadi langkah awal untuk mencegah ISPA.
“Paling awal, bagaimana kenakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Ini menjadi cara paling mudah untuk cegah ISPA,” katanya.
Masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Anak-anak dan lansia diminta mendapat perhatian lebih agar terhindar dari ISPA. (fah)
Editor : Hanif