PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Baru, Kecamatan Teluk Keramat, diperkirakan membakar sekitar 130 hektare lahan. Kondisi karhutla saat ini sudah aman dan tidak ditemukan lagi titik api maupun asap, Selasa (22/9).
Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sungai Baru, Aspar, mengatakan seluruh titik kebakaran di wilayah tersebut telah padam.
“Alhamdulillah, sudah aman untuk kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Baru,” kata Aspar, Selasa (22/9).
Baca Juga: Pigai: Gugatan Warga Kalbar soal Karhutla Bagian dari Hak atas Lingkungan
Aspar mengatakan pemadaman dilakukan bersama sejumlah pihak yang turun siang dan malam. Hujan yang turun juga membantu proses pemadaman api.
Karhutla di Desa Sungai Baru telah terjadi sejak 14 Agustus 2026. Wilayah tersebut menjadi salah satu lokasi dengan luasan lahan terbakar cukup tinggi.
Pemadaman melibatkan masyarakat, MPA, TNI, Polri, serta pihak lainnya. Tim juga melakukan penyekatan di kebun masyarakat karena api telah mendekati area perkebunan.
“Kami terus bekerja sama untuk melaksanakan pemadaman. Kami turun bersama siang dan malam. Kami lakukan penyekatan di kebun masyarakat, karena api sudah mendekat,” katanya.
Baca Juga: Bukan Cuma Literasi, Empat Isu Pendidikan Kalbar Ini Dibahas, Kabut Asap Ikut Jadi Sorotan
Aspar mengatakan pemadaman terkendala jauhnya sumber air. Untuk mengalirkan air ke lokasi, pihaknya memasang 29 selang dengan total panjang sekitar 540 meter yang diperkuat mesin penyedot air.
“Api yang membakar terus membesar, karena angin sangat kuat, sehingga bara sempat melayang sampai ke mana-mana arahnya,” katanya.
Lahan yang terbakar di antaranya kebun karet dan kebun sawit milik warga atau perorangan. Menurut Aspar, lokasi karhutla di Desa Sungai Baru terbagi dalam dua jalur.
Jalur pertama merupakan jalan utama menuju perbatasan Desa Sarang Burung Kuala. Api di jalur tersebut sudah aman dan terkendali. Sementara itu, api di jalur kedua bergerak ke arah Berlimang dan masih dilakukan pemadaman.
“Yang di jalur pertama itu api sudah aman, sudah terkendali. Dan sekarang api berpindah ke jalur kanan menuju ke arah Berlimang, yang masih parah yang sedang kami lakukan pemadaman sampai sekarang,” katanya.
Di jalur kedua tersebut terdapat banyak kebun masyarakat, seperti kebun karet, kebun sawit, dan tanaman kayu yang perlu dijaga dan diselamatkan.
Baca Juga: Terjebak Pukat Warga Usai Kabur dari Api Karhutla, Seekor Trenggiling Dievakuasi ke TN Gunung Palung
Berdasarkan pengamatan MPA, karhutla tersebut diduga disebabkan ulah manusia. Namun, pihaknya belum mengetahui siapa yang pertama kali memulai kebakaran.
Aspar mengatakan sumber api bisa saja berasal dari puntung rokok, pembakaran sampah, atau aktivitas lainnya. Kondisi tanah gambut dinilai dapat membuat api kecil berkembang dengan cepat.(fah)
Editor : Miftahul Khair