Kasus Pembunuhan Istri di Selakau: Sehari Sebelum Korban Tewas, Pasangan Sempat Dimediasi

Fahrozi PP • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 21:58 WIB
TERTANGKAP: Tim gabungan Satreskrim Polres Sambas, Resmob dan IT Ditreskrimum Polda Kalbar bersama Tim Macan Raya Satreskrim Polres Kubu Raya saat mengamankan W di Pontianak, Jumat (2/10). (IST)
TERTANGKAP: Tim gabungan Satreskrim Polres Sambas, Resmob dan IT Ditreskrimum Polda Kalbar bersama Tim Macan Raya Satreskrim Polres Kubu Raya saat mengamankan W di Pontianak, Jumat (2/10). (IST)

 

PONTIANAK POST – Sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, L (37) dan suaminya, W (44), sempat menjalani mediasi keluarga setelah terlibat persoalan rumah tangga. Dalam mediasi yang berlangsung Kamis (1/10), keduanya disebut sepakat berdamai sebelum L kembali ke rumah bersama W.

Namun, Jumat (2/10) pagi, L ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya di Dusun Nahoda RT 8 RW 02, Desa Kuala, Kecamatan Selakau. Polisi kemudian mengamankan W di Pontianak kurang dari 24 jam setelah korban ditemukan.

Kasatreskrim Polres Sambas AKP Suwandi mengatakan, penyelidikan dilakukan setelah polisi menerima laporan mengenai penemuan korban. Tim gabungan kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, dan menelusuri informasi mengenai keberadaan W.

“Alhamdulillah, Tim Gabungan dari Satreskrim Polres Sambas, Tim Resmob dan IT Ditreskrimum Polda Kalbar beserta Tim Macan Raya Satreskrim Polres KKR, berhasil mengamankan W di Pontianak,” kata Suwandi, Minggu (4/10).

Baca Juga: Kurang dari 24 Jam, Terduga Pelaku Pembunuhan Istri di Selakau Ditangkap di Pontianak

Korban Sempat Tinggalkan Rumah

Sebelum mediasi dilakukan, L sempat meninggalkan rumah karena mengaku takut setelah mendapat ancaman. Persoalan rumah tangga tersebut kemudian dibicarakan dalam mediasi yang melibatkan keluarga, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Dalam mediasi tersebut, L dan W disebut sepakat berdamai. Setelah itu, korban kembali ke rumah bersama suaminya.

Namun, sehari kemudian, keluarga mendapat kabar mengenai kondisi korban. Sekitar pukul 06.00 WIB, L ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh kedua anaknya, V (17) dan R (11).

Saat ditemukan, terdapat sejumlah luka pada tubuh korban akibat benda tajam. Tubuh korban juga dalam kondisi tertutup selimut.

Baca Juga: Rekonstruksi Pembunuhan dengan Senapan Angin di Singkawang, Tiga Tersangka Peragakan 12 Adegan

Suami Tak Lagi di Rumah

Menurut Suwandi, korban dan W masih bersama pada malam sebelum kejadian. Namun, ketika L ditemukan meninggal dunia pada pagi harinya, W sudah tidak berada di rumah.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pengejaran berdasarkan informasi awal mengenai keterlibatan W dalam kasus tersebut. W akhirnya diamankan di Pontianak kurang dari 24 jam setelah kejadian.

Suwandi mengatakan, saat diamankan, W mengakui perbuatannya. Meski demikian, polisi masih mendalami rangkaian kejadian dan motif kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Polisi Dalami Motif

Warga sekitar mengaku sempat mendengar suara dari sekitar rumah korban pada tengah malam sebelum L ditemukan meninggal. Namun, warga tidak mengetahui secara pasti kejadian yang berlangsung di dalam rumah.

Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo melalui Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono mengatakan penyidik masih mendalami sejumlah fakta dalam kasus tersebut.

“Penyidik masih mendalami kronologi kejadian, motif, serta sejumlah fakta lain yang berkaitan dengan kasus tersebut. Setiap perkembangan penanganan perkara akan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” katanya.

Polres Sambas mengimbau masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri ketika menghadapi persoalan atau konflik. Masyarakat diminta segera melapor kepada kepolisian apabila mengetahui adanya ancaman, kekerasan dalam rumah tangga, maupun potensi tindak pidana lainnya agar dapat ditangani sedini mungkin. (fah)

Editor : Uray Ronald
pembunuhan istri di Selakau terduga pelaku pembunuhan Selakau pembunuhan di Sambas terduga pelaku ditangkap di Pontianak