Hujan Sering Turun di Sambas, Warga Diminta Waspada Genangan dan Bersihkan Saluran Air Rumah

Fahrozi PP • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 10:53 WIB
Sejumlah elemen masyarakat melaksanakan gotong-royong membersihkan parit, beberapa waktu lalu.  (/IG)
Sejumlah elemen masyarakat melaksanakan gotong-royong membersihkan parit, beberapa waktu lalu. (/IG)

PONTIANAK POST – Hujan yang mulai sering turun di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas diikuti imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap genangan air. Saluran pembuangan di sekitar rumah diminta dibersihkan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebar demam berdarah dengue (DBD).

Anggota DPRD Kabupaten Sambas Yakob Pujana mengatakan, masyarakat perlu rutin membersihkan saluran pembuangan air di lingkungan rumah.

“Masyarakat diharapkan membersihkan saluran pembuangan air di sekitar rumahnya, sehingga air tak hujan yang turun tak menggenang yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” kata Yakob.

Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan di Kalbar hingga 9 Oktober, Warga Tetap Diminta Waspada Potensi Karhutla

Menurut dia, hujan yang mulai sering turun di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas membawa manfaat, terutama bagi ketersediaan air. Namun, kondisi tersebut tetap perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan persoalan lain.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sambas Heroaldi juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi meningkatnya curah hujan. Menurutnya, hujan perlu disikapi dengan kesiapsiagaan agar tidak menimbulkan bencana.

“Sesuai dengan prakiraan dari BMKG, hujan akan sering turun di sejumlah wilayah termasuk di Kabupaten Sambas, ini patut disyukuri,” kata Heroaldi.

Dia mengatakan, masyarakat perlu melakukan antisipasi terhadap kondisi tersebut. Berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikannya, curah hujan di Kabupaten Sambas pada Oktober, November, dan Desember diperkirakan tinggi.

Baca Juga: Magister Kesehatan Masyarakat UMP Sukses Gelar PKM Kolaborasi Internasional dengan UPSI Malaysia

“Hal ini perlu diantisipasi, Dimana sesuai prediksi BMKG, pada Oktober, November dan Desember curah hujan di Kabupaten Sambas termasuk tinggi. Ini menjadi berkah karena titik api kebakaran hutan dan lahan benar-benar nol,” katanya.

Heroaldi berharap kesiapsiagaan dilakukan bersama agar hujan yang turun tidak berubah menjadi ancaman bagi masyarakat.

“Kesiapsiagaan Bersama, sehingga air yang melimpah dan hujan yang turun bukan menjadi ancaman dan mudah-mudahan dengan doa dan upaya yang selalu dilakukan, Kabupaten Sambas terhindar dari bencana alam yang tidak diinginkan,” katanya. (fah)

Editor : Miftahul Khair
Nyamuk Aedes Aegypti Pencegahan DBD kesehatan masyarakat bmkg musim hujan