Wabup Sanggau mengatakan, sebagai orang Sanggau, sudah sewajarnya menghormati dan menghargai perjuangan yang dilakukan para pendahulu, termasuk Raja Sanggau yang makamnya berada di Mengkiang. Karena, diakui dia, atas jasa mereka Kabupaten Sanggau tetap eksis hingga saat ini.
“Sanggau ini ada karena mereka (para pendahulu). Sudah sepantasnya kita (generasi saat ini) menghormati mereka yang telah berjuang menjadikan Sanggau seperti sekarang ini,” ujarnya.
Sementara itu, Raja Sanggau, Gusti Arman, pada moment tersebut, menceritakan sedikit mengenai sejarah Sanggau kepada para peziarah. Dikatakannya, Sultan Ayub dimakamkan di Mengkiang atas permintaannya sendiri. Almarhum, menurut dia, merupakan salah satu pendiri Masjid Jami Sultan Ayub yang ada di Lingkungan Kantuk.
“Beliau inilah yang pertama menjadi Sultan di Sanggau yaitu anaknya Babai Cinga dan Daranante. Inilah kisahnya. Jadi ada tiga sultan yang ada di sini (makam di Mengkiang), hijrahnya langsung ke Muara Kantuk,” katanya menceritakan.
Raja berharap, Hari Jadi kke–405 Kota Sanggau akan membawa seluruh masyarakat Sanggau kembali mengingat sejarahnya. Dengan memahami sejarah Sanggau diharapkan Raja makin mencintai Kota Sanggau. Semoga. (sgg) Editor : Administrator