"Sebagai bagian dari penggerak sektor perkebunan kelapa sawit, pekebun sawit swadaya mengambil peran penting di dalam sistem rantai pasok di Kabupaten Sanggau sejumlah 46.583 KK pekebun dengan luas lahan 94.643 hektar dan total produksi 548.335 ton perhektar pertahun dan menjadi pemasok TBS untuk 24 pabrik kelapa sawit yang ada di Kabupaten Sanggau dengan total kapasitas terpasang 1.240 ton per TBS per jam dan kapasitas terpakai 1.104 ton per TBS perjam," ungkapnya, Selasa (25/10).
Menurutnya, keberadaan industri kelapa sawit, khususnya di 24 pabrik kelapa sawit yang ada di Sanggau telah banyak memberikan kontribusi strategis bagi perekonomian. Saat ini, lanjut dia, terus didorong perannya untuk mendongkrak kegiatan perekonomian di tingkat lokal yaitu sebagai mitra pekebun sawit swadaya.
Usrin menambahkan bahwa isu global soal kelestarian lingkungan, juga berpengaruh terhadap perkebunan sawit berkelanjutan dimana pemerintah harus memastikan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan tidak berdampak pada kerusakan lingkungan.
Pemkab Sanggau mengambil langkah guna menjawab isu-isu global itu salah satunya melakukan moratorium perizinan terbaru yang sudah berjalan sejak tahun 2016. Kemudian, mengevaluasi perusahaan perkebunan berupa revisi legalitas IUP yang tidak diusahakan. Itu dilakukan dari data delapan perusahaan dan memastikan perbaikan tata kelola kelapa sawit dengan branding perkebunan bermartabat melalui penyediaan data, perkebunan berbasis aplikasi sistem informasi penataan perkebunan.
Kemudian, peremajaan tanaman perkebunan dan ketiga perbaikan tata kelola perkebunan meliputi perizinan, tata niaga good agricultural practices and certification standards, dan menyusun Peraturan Bupati (Perbup) tentang rencana aksi daerah kelapa sawit berkelanjutan. (sgg) Editor : Misbahul Munir S