SANGGAU - Seroja Food Court di eks bangunan Pasar Seroja, Senin (12/2) diresmikan Bupati Sanggau, Yohanes Ontot.
Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh sejumlah kepala organisasi perangkat daerah serta tokoh masyarakat.
Dibukanya Seroja Food Court diharapkan dapat mewarnai Kota Sanggau dengan aneka jajanan.
"Ini bukan soal ketersediaan ruang kuliner mengganggu ruang kuliner yang sudah ada seperti di Santana, Kabana, dan berbagai tempat lain. Ini merupakan sebuah bentuk perkembangan maju di daerah kita," ungkap bupati.
Kehadiran Seroja Food Court jangan diartikan sebagai persaingan yang membuat sentra jajanan lainnya tidak berkembang.
Justru harus dijadikan pemicu dan pemacu untuk sentra makanan dan minuman lainnya mengembangkan diri.
"Masing-masing lingkungan di mana dia berada mengatur yang terbaik. Tentu ada sentuhan pemerintah, sentuhan kebersihan.
Bagaimana mereka mengelola makanan yang mereka jual. Harus higienis dengan tampilan yang nyaman," katanya.
"Saya berharap ada ciri khas makanan dan minuman Kota Sanggau. Jadi apakah masakan Dayak yang sifatnya umum, Melayu juga," sambungnya.
Kepada pengelola Food Court diminta konsisten. Jangan hanya hingar bingar di depan, tetapi sepi ke kemudian hari.
"Jangan panas-panas tahi ayam. Kita berjalan terus apapun persoalannya.
Kalau orang yang datang sepi, mungkin ada hal di pengelola atau di UMKM-nya.
Mungkin dari segi kebersihannya, tampilannya sembrono. Itu juga membuat orang menjadi tidak senang," katanya. (sgg)
Editor : A'an