SANGGAU - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Program Studi Diluar Kampus Utama Politeknik Negeri Pontianak (PSDKU Polnep) di Kabupaten Sanggau memberikan pelatihan bagi ibu rumah tangga di Kelurahan Beringin, Sanggau. Kegiatan mengusung judul ‘Pelatihan Pengolahan Abon Jamur Sawit (Volvariella volvacea) yang Bergizi dan Bernilai Ekonomis sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Beringin, Kabupaten Sanggau’.
Kegiatan dipusatkan di Kantor Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau pada Selasa, 16 Juli 2024, mulai pukul 09.00 WIB. Sebanyak 15 ibu rumah tangga anggota TP PKK Kelurahan Beringin menjadi peserta pelatihan tersebut.
Pelatihan dibuka oleh Mahdiah S.PKP, Sekretaris Kelurahan Beringin. Hadir pula Awiet Tria Paramita, Ketua TP PKK Kelurahan Beringin. Dalam sambutannya, Mahdiah menyambut baik kegiatan tersebut. Pelatihan diharapkan dapat menambah ilmu peserta dalam turut mendukung ekonomi keluarga melalui olahan abon jamur sawit.
Para peserta pelatihan turut menyambut antusias kegiatan tersebut. Mereka senang mendapatkan edukasi dan pelatihan pembuatan abon dari jamur sawit, serta menerima bantuan peralatan. Bantuan yang diberikan berupa: satu mesin spinner stainless steel peniris minyak berkapasitas 5-7 kilogram; satu kompor dua tungku; satu selang dan regulator; satu tabung gas; satu sealer; satu blender; dua kuali stainless; dua baskom stainless; tiga pisau; serta bahan pembuatan abon jamur, seperti jamur sawit, minyak goreng, dan bumbu.
Sadri S.St.Pi, M.T, Ketua Tim PPM PSDKU Polnep di Sanggau menjelaskan, pelatihan tersebut sebagai upaya solusi terkait permasalahan di masyarakat. Kelurahan Beringin berdekatan dengan pabrik kepala sawit, dimana banyak limbah padat hasil pengolahan, yaitu tandan kosong sawit (Tankos), baik di kebun maupun tepi jalan. Jamur yang tumbuh pada Tankos biasanya dijadikan lauk oleh warga.
“Dari hasil penelitian jamur sawit tinggi protein, sehingga bisa dimanfaatkan jadi produk yang lebih bergizi dan bernilai ekonomis. Selain dikonsumsi sendiri, warga hanya menjual jamur segar karena keterbatasan pengetahuan. Tapi sayang, kesegaran jamur sawit ini tidak lama, mudah busuk. Ini menjadi dasar kami memberikan pelatihan pengolahan abon jamur sawit. Produk hasilnya tidak hanya bisa bertahan lebih lama, tetapi juga lebih bergizi dan meningkatkan nilai jualnya,” kata Sadri.
Tim PPM PSDKU Polnep di Sanggau terdiri dari sepuluh dosen dan satu mahasiswa Prodi D3 Pengelolaan Hasil Perkebunan PSDKU Sanggau. Para dosen diantaranya: ketua tim Sadri S.St.Pi, MT, anggota tim Dr Widodo PS ST MT, Dr Ir Muhammad Toasin Asha MSi, Topan Prihantoro ST MT, Supandi ST MT, Latifah ST MT, Daryono ST MT, Ahmad Mustangin STP MSc, Edi Saputra SST MAk, dan Jiki Hikmatullah STrT MTrT. Sementara anggota mahasiswa, yaitu Melly Harya Kurniatillah.
Ada dua materi utama dalam pelatihan. Pertama, edukasi dan pelatihan dalam bentuk penyuluhan terkait pengolahan abon jamur sawit yang bergizi dan bernilai ekonomi. Kedua, memberikan keterampilan kepada mitra sawit secara teori maupun praktik pengolahan abon jamur sawit.
“Kami menghadirkan dua pemateri, yaitu saya sendiri dan bapak Ahmad Mustangin,” ujar Sadri.
Ia menjelaskan, tujuan pelatihan memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada ibu rumah tangga Kelurahan Beringin untuk mengolah jamur sawit menjadi produk abon bergizi baik, serta hasil produknya bisa dijual.
“Pengetahuan dari pelatihan ini kami dukung dengan bantuan mesin peniris minyak yang dapat meningkatkan efisiensi dalam pembuatan abon jamur sawit,” ujarnya. (mde/ser)
Editor : A'an