Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Festival Budaya Perbatasan Digelar di Kabupaten Sanggau, Tingkatkan Pengetahuan dan Kesadaran Kearifan Lokal

A'an • Selasa, 27 Agustus 2024 | 16:35 WIB

 

Festival :Penyambutan tamu dan undangan di acara festival budaya perbatasan di Sanggau, belum lama ini.
Festival :Penyambutan tamu dan undangan di acara festival budaya perbatasan di Sanggau, belum lama ini.

SANGGAU - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII, Dewi Murwaningrum menyampaikan ada beberapa rangkaian yang menyertai festival budaya perbatasan yang digelar tahun 2024 di Kabupaten Sanggau.

Adapun rangkaian kegiatan pada festival tersebut diantaranya sinema mikro, pameran, pergelaran seni, seminar, olah pangan lokal Kalimantan Barat dan workshop. Tema yang diangkat yakni ketahanan pangan lokal dalam rangka pemajuan kebudayaan.

"Festival budaya perbatasan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan kesadaran pada kearifan lokal masyarakat Kalimantan Barat terhadap budaya pangan. Harapannya kelestarian budaya akan ketahanan pangan lokal dapat terwujud secara berkelanjutan dan tercapai masyarakat yang sejahtera," katanya, belum lama ini di Sanggau.

Dijelaskannya, kegiatan utama Festival Budaya Perbatasan 2024 adalah pameran bertema pangan lokal terdiri dari 20 stand yang diisi oleh 14 dinas kebudayaan kabupaten dan kota, provinsi, UPT Museum Kalbar, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII Kalimantan Tengah-Kalimantan Selatan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kalimantan Timur-Kalimantan Utara.

Selanjutnya, pada pergelaran seni bertema pangan lokal ditampilkan tarian kreasi dan pertunjukan musik tradisi dari 14 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Barat, serta 6 sekolah dan 6 sanggar seni yang ada di Kabupaten Sanggau. Selain bertujuan meningkatkan apresiasi dan menambah ruang ekspresi seni budaya masyarakat, juga untuk memberikan penguatan dan internalisasi akan nilai-nilai seni budaya tradisi kepada generasi muda.

Kemudian, penyelenggaraan seminar bertema budaya pangan lokal menghadirkan 90 orang peserta yang merupakan representasi dari instansi pemerintah di tingkat provinsi dan kabupaten dan kota, akademisi, komunitas dan pegiat budaya, serta organisasi nonpemerintah yang bergerak di bidang pelestarian pangan lokal. Melalui seminar diharapkan tergali model kearifan lokal yang berkaitan dengan budaya pangan lokal dan kebertahanannya di masa kini.

Selain itu, kata dia, seminar dapat menjadi ajang untuk saling berbagi praktik baik dalam mempertahankan dan mengembangkan budaya pangan lokal di Kalimantan Barat. Kegiatan yang akan dilaksanakan di Aula Perpustakaan Daerah Sanggau menghadirkan empat pembicara, yakni Supardi selaku Kepala Bidang Ketersediaan dan Sumberdaya Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat. Kemudian, Alipius selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau). Sahli dari Komunitas Rotan Kapuas dan Plorentina Dessy Elma Thyana dari Sekolah Adat Arus Kualan.

Berikutnya, untuk agenda workshop dengan tema pengelolaan cagar budaya–pendirian museum menghadirkan 30 peserta terdiri dari perwakilan staf yang membidangi cagar budaya atau petugas pengelola Data Pokok Kebudayaan (Dapobud) dari dinas kabupaten dan kota, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), pegiat budaya, dan komunitas.

Tidak kalah penting, pengetahuan dalam mengolah bahan pangan lokal Kalimantan Barat dikemas melalui kegiatan peragaan memasak yang mengikutsertakan 20 kelompok memasak, terdiri dari instansi kabupaten dan kota Kalimantan Barat dan organisasi perempuan Kabupaten Sanggau.

"Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan kreativitas para peserta dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan yang bercita rasa tinggi serta mengenalkan berbagai bentuk olahan makanan dari bahan pangan lokal kepada masyarakat luas," jelasnya. (sgg)

Editor : A'an
#sanggau #Lestarikan Adat Budaya #festival budaya