Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Perluas Pangsa Pasar Batik Sabang Merah

Miftahul Khair • Senin, 7 Oktober 2024 | 13:52 WIB
Kepala Disperindagkom UMKM Kabupaten Sanggau Silvester Roy Wiranto
Kepala Disperindagkom UMKM Kabupaten Sanggau Silvester Roy Wiranto

SANGGAU - Batik Sabang Merah (Samer) menjadi salah satu ikon penting dalam perkembangan dan kemajuan pembangunan di Kabupaten Sanggau. Promosi yang maksimal diharapkan akan semakin meluaskan jangkauan pasar sehingga batik kebanggaan masyarakat Bumi Daranante tersebut dapat terus mendunia.

Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Perindagkop dan UM) Kabupaten Sanggau, Silvester Roy Wiranto mengatakan untuk berada di level internasional, karya berupa batik mesti murni tradisional baik dari sisi pembuatan maupun hal-hal lainnya.

"Batik itu, kalau yang internasional, harus batik yang merupakan murni tradisional. Jadi prosesnya itu harus membatik, yang dikatakan menitik itu. Kalau prosesnya bukan membatik, tidak diterima sebagai khazanah budaya," ujarnya, belum lama ini.

Pengembangan batik sabang merah mesti dilakukan secara selangkah demi selangkah. Dimulai dari Kabupaten Sanggau, kemudian menuju Provinsi Kalimantan Barat, hingga nantinya diperkenalkan ke masyarakat secara nasional. Sanggau sendiri juga telah memiliki etalase untuk nusantara.

"Museum batik ada di Yogjakarta. Kita bisa meng-input ke sana untuk memperkaya khazanah. Tapi yang diinput tentu harus berikut dengan nama, filosofi, dan maknanya. Hal itu pula yang sedang kami susun dalam bentuk sebuah buku. Satu lagi, kami sedang susun guna memperkuat sumber daya manusianya, supaya batik itu berkorelasi juga dengan produksinya. Langkah-langkahnya jadi step by step, dan pastikan bahwa itu adalah batik tradisional, bukan batik cetak," terang Roy.

Menurutnya, produksi batik sabang merah dapat dilakukan secara mandiri, tetapi dengan syarat telah memiliki brandnya. Sehingga dalam hal menawarkan, hanya tinggal memproduksi dengan batik samer tersebut.

"Tinggal membuat batik yang bernama samer. Misalnya, kalau mereka (pengrajin,red) membuat masih dengan menggunakan nama aslinya, misalnya batik kemang, pasti agak sulit. Dengan adanya brand samer, mereka tinggal membuat batik samer sesuai dengan khazanah yang kami berikan secara gratis. Jadi tinggal membuat saja," jelasnya.

Sejauh ini, para penjahit juga sedang berlomba-lomba membuat pakaian khas yang akan digunakan oleh aparatur sipil negara maupun anak-anak muda. Satu-satunya metode yang dapat dimaksimalkan yakni dengan pembuatan batik samer sebagai ciri khas daerah.

"Untuk memaksimalkan pendapatan, penjahit toko, UKM, reseller, influencer, itu ikut terlibat dalam usaha ini melalui nama samer itu sendiri. Keterlibatannyaluas dan menjadi berkah bagi semua kalangan. Khususnya, bagi mereka yang menekuni batik samer ini," katanya.

"Kalau mengenai kendala pemasaran, ada kaitannya dengan masalah media sosial. Di medsos, kalau kita boleh jujur, yang namanya batik, mulai harga termurah sampai yang premium semuanya ada. Apalagi sekarang sudah sistem digital. Tapi alhamdulillah, syukurnya kita punya branding. Mungkin kalau mereka mencari batik, kita sudah bisa punya persaingan," sambungnya.

Baca Juga: Kakak-Adik di Bunut Hilir jadi Kurir Narkoba di Kapuas Hulu

Roy berharap suatu saat, para pemimpin Indonesia dapat mengenakan pakaian dengan ciri khas batik nusantara yang telah dikolaborasikan sehingga corak yang dihasilkan merupakan perpaduan batik dari setiap daerah di Indonesia.

"Saya ingin suatu saat nanti pemimpin-pemimpin kita itu menggunakan batik nusantara dengan perpaduan corak, katakanlah salah satu corak dari Jawa, tapi sudah berkombinasi dengan Batik Sabang Merah atau lainnya. Sudah berkombinasi dengan motif-motif yang ada di Kalimantan Barat, khususnya Sanggau sehingga yang disebut dengan batik nusantara itu tidak hanya dimiliki oleh satu suku saja melainkan semua komponen anak bangsa," harapnya. (sgg)

Editor : Miftahul Khair
#Pemkab Sanggau #Batik Sabang Merah