SANGGAU - Rekrutmen partisipan terhadap sasaran untuk datang ke Posyandu masih menjadi tantangan berat. Di semester kedua, capaiannya baru 56,8 persen. Hal ini masih jauh dari target sekira 80 hingga 90 persen. Apalagi, capaian tersebut nantinya ada kaitan dengan validitas data stunting di daerah.
"Tingkat partisipasi sasaran kita di semester kedua itu baru 56,8 persen. Ini masih jauh dari target partisipan sasaran untuk datang ke Posyandu. Target kita bisa 80 sampai 90 persen. Ini kan terkait dengan validitas data stunting yang akan diukur. Kalau sekian persen berarti kan masih perlu ditingkatkan," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehan Kabupaten Sanggau, Stepanus Jonedi, Jumat (11/10).
Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau juga terus melakukan peningkatan terhadap kapasitas kader yang dilakukan saat Jambore Kader belum lama ini. Waktu itu, lanjut dia, diundang 145 kader dari 15 kecamatan.
"Dari segi kesehatan, kan biasanya indikator kesehatan itu banyak didapatkan di Posyandu. Contoh ada ibu hamil, Balita, tablet tambah darah, pemeriksaan ibu hamil, keluarga berencana (KB) dan lainnya. Banyak indikator di situ," katanya.
Stepanus menambahkan, per Agustus 2024 telah ada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2024. Di situ dapat diketahui adanya penambahan lagi sektor-sektor sehingga menjadi multi sektor, disamping sudah adanya dinas kesehatan.
"Multi sektor ini, di situ ada PUPR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), ada PKK dan lainnya. Masing-masing punya tupoksinya sendiri untuk membangun sumber daya manusia pada sasaran-sasaran yang ada di Posyandu," jelasnya.
Berkenaan dengan keterampilan kader, Stepanus menyampaikan saat ini kader dituntut untuk menguasai 25 jenis keterampilan. Transformasi yang dilakukan dinas kesehatan akan jauh lebih berat kedepannya.
"Kalau dinas kesehatan ini, transformasinya lebih berat lagi. Jadi setiap kader itu harus menguasai 25 keterampilan. Kemudian, keaktifan Posyandu juga ada kategorial, karena kita sudah online ya, real time malah. Sekarang juga harus mempunyai struktur, dalam artian punya SK di masing-masing Posyandu," ujarnya.
"Untuk kader ini, kita juga sudah ada jadwal rutin. Untuk membina, Puskesmas juga memberikan pembinaan itu melalui tindakan di Posyandu seperti pengukuran, memberi penyuluhan, kunjungan rumah dan lain sebagainya," sambung dia. (sgg)
Editor : Miftahul Khair