SANGGAU - Kebakaran susulan terjadi di lingkungan Komplek Yayasan Madrasah Tsanawiyah Al-Mizan (Ponpes Al-Mizan) Kecamatan Sekayam pada Minggu (20/10). Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolsek Sekayam, Iptu Junaifi.
"Minggu pagi (20/10) terjadi kebakaran susulan di asrama putra bangunan lama tepatnya di kamar atas lantai dua yang sudah tidak terpakai lagi, diduga karena korsleting listrik dan api dapat dipadamkan oleh para santri," katanya.
Kebakaran juga terjadi di asrama putra banguna baru di lantai satu tepatnya di atas atap kamar dan api dapat dipadamkan oleh para santri. Selain itu, kebakaran juga terjadi di Masjid Jami At-Taubah yang masih berada di komplek ponpes tersebut.
"Kebakaran di masjid, api berasal dari dalam gudang penyimpanan karpet yang terletak di belakang masjid dan api dapat dipadamkan oleh unit pemadam kebakaran Kecamatan Sekayam dengan dibantu santri. Api berhasip dipadamkan sehingga tidak menjalar ke bangunan lain," ungkapnya.
Sebelumnya, musibah kebakaran menimpa Yayasan Madrasah Tsanawiyah Al-Mizan di Pondok Pesantren Al-Mizan, Sabtu (19/10) sore. Dua bangunan ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kapolsek Sekayam, Iptu Junaifi menyampaikan dua bangunan hangus terbakar di lokasi tersebut. Bangunan terbagi 10 lokal diantaranya satu ruangan kantor guru, tiga ruangan kelas MTs, tiga ruangan kelas MA, satu ruangan gudang dan perpustakaan, satu Kamar mandi dan satu ruangan kelas.
"Tidak ada memakan korban jiwa, mengingat pada saat peristiwa kebakaran di ketahui bahwa tidak ada siswa maupun guru yang berada di tempat kejadian," ungkap kapolsek.
Junaifi mengatakan api berhasil dipadamkan pada pukul 18.00 WIB oleh pemadam kebakaran dari Kecamatan Sekayam dan Kecamatan Entikong dibantu personel Polsek Sekayam, Koramil Sekayam dan warga sekitar.
"Setelah api berhasil dipadamkan, dilakukan pemasangan police line oleh Personil Polsek Sekayam," katanya.
Menurut keterangan saksi mata, Suharna, yang juga guru Ponpes Al-Mizan, api diduga berasal dari korsleting listrik di dalam gedung perpustakaan.
Menurut Suhama, dirinya melihat kepulan asap dari arah bangunan sekolah, kemudian bergegas menuju bangunan tersebut dan memeriksa kepulan asap. Saat dirinya tiba di lokasi, api sudah membesar di ruangan gudang penyimpanan kursi dan meja yang rusak serta ruangan kelas X.
"Saya menelpon kepala MTs untuk meminta bantuan dari pihak kepolisian, saya juga menelpon kepala Madrasah Tsanawiyah untuk memberitahu bahwa telah terjadi kebakaran, tidak lama kemudian datang unit mobil pemadam kebakaran milik Kecamatan Sakayam," jelasnya. (sgg)
Editor : A'an