SANGGAU -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau terus berkomitmen mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA). Guna mewujudkan hal tersebut, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Sanggau mulai melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah di kecamatan seperti PAUD, sekolah dasar hingga menengah pertama.
Kepala Bidang Perlindungan Anak, Titin Sumarni menyampaikan ada sejumlah sekolah yang telah dikunjungi diantaranya PAUD/TK Nazare, PAUD Nurul Huda Desa Suka Mulya, PAUD/TK Mekar Desa Suka Mulya, SDN 14 Desa Suka Mulya, SMPN 2 Parindu Kecamatan Tayan Hulu yaitu SDN 26 Kuala Sekayu, SMPN 1 Sosok.
"Kami berbagi tugas. Kami melakukan pemeriksaan jajanan yang ada di kantin sekolah, diassesmen oleh Loka POM, asesmen guru untuk sanitasi, UKS dan kawasan tanpa rokok di sekolah oleh Puskesmas Sosok, untuk kesehatan lingkungan sekolah oleh Dinas LH dan masih banyak lagi yang terlibat," terangnya Selasa (19/11).
Menurut Titin, sekolah ramah anak adalah sekolah yang menciptakan lingkungan yang aman, inklusif dan mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial serta intelektual anak. Konsep ini bertujuan agar anak-anak merasa dihargai, dilindungi dan didorong untuk berkembang dengan potensi terbaik.
"Sekolah ramah anak sangat didukung dengan program inovasi-inovasi dari sekolah. Sekolah ramah anak bukan membangun sekolah baru, namun mengkondisikan sebuah sekolah menjadi nyaman bagi anak, serta memastikan sekolah memenuhi hak anak dan melindunginya, karena sekolah menjadi rumah kedua bagi anak, setelah rumahnya sendiri," jelasnya.
Dikatakannya, kegiatan monitoring dan pembinaan sekolah ramah anak sangat penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi perkembangan anak.
"Monitoring berfungsi untuk memastikan bahwa kebijakan dan program yang ada berjalan dengan baik, sementara pembinaan bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas sekolah dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung anak-anak," katanya.
"Kegiatan ini saling melengkapi dan harus dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karena itu sekolah-sekolah yang dilakukan monitoring dan pembinaan, dapat diketahui mana-mana saja yang membelum memenuhi kreteria sekolah ramah anak, dan harus dilakukan pembinaan yang berkelanjutan, agar sekolah benar-benar dapat menjadi tempat yang aman, inklusif dan mendukung bagi setiap anak, menjadikan sekolah yang ramah anak," sambung dia. (sgg)
Editor : A'an