PONTIANAK POST - Senin (24/3) pagi, Bupati Sanggau, Yohanes Ontot blusukan dan mengecek kondisi Taman Arongk Belopa Kota Sanggau. Orang nomor satu di Bumi Daranante itu menemukan sampah berserakan, genangan air akibat drainase yang tersumbat dan deretan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL). Bupati tampak tidak senang dengan kondisi yang terkesan kumuh di lokasi tersebut. Sisa material proyek pengerjaan juga tidak dibersihkan. Menghindari kesan kumuh, bupati langsung memberi instruksi untuk segera membenahi kawasan tersebut.
"Saya sudah tahu persis daerah ini. Karena dalam proses pembangunan Arongk Belopa ini, terutama yang bagian sini memang sangat riskan. Apalagi perilaku tukang, perilaku kita, pejabat yang bertanggung jawab di proyek itu, sampah dibiarkan," katanya.
Semestinya, lanjut dia, pejabat yang bertangung jawab atas pengerjaan proyek tersebut mengingatkan para pekerja agar tidak seenaknya.
"Selesai bekerja dia lempar saja. Kalau begitu semua orang mau bekerja, tidak mau rugi membersihkan apa yang dibuat dia. Saya ndak mau. Pokoknya selesai membangun, langsung bersihkan. Supaya tidak meninggalkan masalah. Dia untung, masalah tinggal ke kita. Kalau tidak kita diss saja dia," tegasnya.
"Mengurus daerah tak bisa main-main. Tak bisa pemerintah dibuat semaunya. Kalau ndak, kerja selesai, klaim dapat duit, lalu pulang. Memang nyaman negara ini dibuat begitu. Mau kemana muka kita. Tidak boleh. Hari ini kita cek dulu ke lapangan, karena ini persoalan besar. Kalau kita tidak cepat ambil tindakan, ini dianggap pembiaran oleh pemerintah. Ini bisa banjir besar. Tapi kalau banjir marah ke kita (Pemerintah, red). Padahal salah satu penyebabnya adalah ini," sambungnya.
Ontot memberi ultimatum dan memerintahkan jajarannya untuk membereskan persoalan tersebut dimulai usai lebaran.
"Setelah lebaran ini akan kita kerjakan semuanya, drainase, penertiban PKL ini sekali jalan. Khusus para PKL diminta menempati pasar-pasar yang ada. Tak relokasi tempat baru. Otot menilai pasar-pasar yang ada sudah cukup. Pasar Jarai, Sentral, Senggol sudah cukup, apa lagi. Tidak bisa lagi mereka berargumentasi pemerintah tidak menyiapkan. Kita sudah siapkan. Jadi kita mau bergerak pun nyaman. Tidak ada relokasi tempat baru. malah memperparah nanti," terangnya.
"Arongk Belopa ini saya tak mau lihat ada tempat kumuh. Saya tak mau lihat itu. Cari makan okelah, tapi jangan memperparah kondisi kota. Kalau kota ini buruk orang tak akan datang. Ekonomi ndak lancar, penghasilan tidak ada," jelasnya. (sgg)
Editor : A'an