PONTIANAK POST – Kabupaten Sanggau mencatat prestasi membanggakan dengan meraih peringkat kedua dalam upaya penurunan angka stunting tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan data terbaru, angka stunting di Sanggau turun dari 23,10 persen pada 2023 menjadi 21,3 persen per Juni 2025.
Penurunan ini tidak lepas dari kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah, puskesmas, kader posyandu, serta dukungan masyarakat yang aktif melakukan pemantauan tumbuh kembang anak.
“Ini adalah hasil dari kerja keras bersama semua pihak. Kita bersinergi mulai dari tingkat desa hingga kabupaten dalam memerangi stunting,” ujar Penjabat Bupati Sanggau dalam keterangannya.
Berbagai program telah dijalankan, seperti edukasi gizi kepada ibu hamil dan balita, pemberian makanan tambahan, pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, serta peningkatan akses air bersih dan sanitasi di wilayah pedesaan.
Di beberapa kecamatan, pemerintah daerah juga menggencarkan program “Bapak dan Bunda Asuh Stunting” untuk membantu keluarga berisiko stunting, termasuk dengan memberikan paket bantuan pangan bergizi.
Penurunan angka stunting ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sanggau untuk terus meningkatkan upaya, mengingat target nasional prevalensi stunting pada 2025 adalah di bawah 14 persen.
“Kita akan terus mengoptimalkan posyandu, pemeriksaan kehamilan, serta kampanye konsumsi tablet tambah darah bagi ibu hamil, agar anak-anak Sanggau bisa tumbuh sehat dan cerdas,” tambahnya.
Prestasi ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sanggau memiliki komitmen kuat dalam upaya mewujudkan generasi bebas stunting di masa depan, sekaligus menjadi bukti nyata dari kerja nyata di lapangan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.(agg)
Editor : Hanif