Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PKK Kalbar Gencarkan Kampanye Pencegahan Stunting di Kubu Raya

N
Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalbar, Ny. Donata Krisantus menyerahkan bingkisan kepada ibu hamil pada Kampanye Kesehatan Akselerasi Peningkatan Derajat Kesehatan Keluarga di Aula Kantor Camat Sungai Kakap, Selasa (19/5).  (ADPIM PEMPROV KALBAR)
Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalbar, Ny. Donata Krisantus menyerahkan bingkisan kepada ibu hamil pada Kampanye Kesehatan Akselerasi Peningkatan Derajat Kesehatan Keluarga di Aula Kantor Camat Sungai Kakap, Selasa (19/5). (ADPIM PEMPROV KALBAR)

Advertisement

PONTIANAK POST - Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Donata Krisantus, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kepedulian terhadap gizi ibu hamil dan balita sebagai langkah nyata mencegah stunting demi mewujudkan Generasi Emas Kalbar 2045.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Kampanye Kesehatan Akselerasi Peningkatan Derajat Kesehatan Keluarga di Aula Kantor Camat Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (19/5/2026).

Dalam sambutannya, Donata menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Dinas Kesehatan, TP PKK, kader kesehatan, serta seluruh komponen masyarakat dalam mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat.

Advertisement

“Kampanye peningkatan derajat kesehatan keluarga ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat di wilayah kita,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat penimbangan balita, tetapi juga menjadi pusat edukasi kesehatan dan penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.

Advertisement

“Posyandu bukan hanya tempat timbang bayi. Posyandu adalah pusat edukasi, pelayanan kesehatan, dan penggerak perubahan sosial. Karena itu, kita harus aktif, kreatif, dan kolaboratif,” tegasnya.

Donata menyampaikan bahwa angka stunting di Kalbar berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024 masih berada pada angka 26,8 persen, sementara Kabupaten Kubu Raya tercatat sebesar 30,23 persen.

Namun, berdasarkan data Program Sigizi Tahun 2025, angka stunting Kalbar tercatat sebesar 14 persen dan Kabupaten Kubu Raya sebesar 8,7 persen.

Menurutnya, perbedaan data tersebut tidak perlu diperdebatkan, tetapi harus menjadi motivasi bersama untuk terus menurunkan angka stunting melalui langkah nyata dan kolaboratif.

“Yang paling penting bukan memperdebatkan data, tetapi bagaimana kita bersama-sama terus bekerja menurunkan angka stunting semaksimal mungkin,” katanya.

Advertisement

Artikel Terkait

Tenaga Kesehatan Puskesmas Kayong Utara Ikuti Orientasi Penguatan Layanan Posyandu

Tenaga Kesehatan Puskesmas Kayong Utara Ikuti Orientasi Penguatan Layanan Posyandu

Dinkes KB Kayong Utara perkuat kapasitas tenaga kesehatan dan kader Posyandu melalui orientasi pembinaan.

Edukasi Piring Pelangi, Dosen Jurusan Gizi melakukan Penguatan Gizi Balita di Desa Sei Raya

Edukasi Piring Pelangi, Dosen Jurusan Gizi melakukan Penguatan Gizi Balita di Desa Sei Raya

Edukasi Piring Pelangi mengajak ibu balita di Desa Sungai Raya memahami gizi seimbang melalui praktik memilih bahan pangan lokal, menyusun h

PASTI Dorong Pencegahan Stunting Melalui Inovasi Pangan Lokal

PASTI Dorong Pencegahan Stunting Melalui Inovasi Pangan Lokal

Program PASTI di Kubu Raya dorong pencegahan stunting lewat edukasi gizi, Pos Gizi DASHAT, dan inovasi pangan lokal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer