Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Emak-Emak Turun ke Jalan, Warga Tayan Hilir Desak Penghentian Operasi Truk CPO Bertonase Berat

Hanif PP • Selasa, 23 Desember 2025 | 09:44 WIB

 

 

TUNTUT : Ratusan warga termasuk ibu-ibu rumah tangga menuntut penghentian operasi truk-truk bermuatan Crude Palm Oil (CPO) dengan tonase besar melintas di kawasan pemukiman.
TUNTUT : Ratusan warga termasuk ibu-ibu rumah tangga menuntut penghentian operasi truk-truk bermuatan Crude Palm Oil (CPO) dengan tonase besar melintas di kawasan pemukiman.

PONTIANAK POST — Ratusan warga termasuk ibu-ibu rumah tangga Kamis (22/12) menggelar aksi di jalan utama Kecamatan Tayan Hilir menuntut penghentian operasi truk-truk bermuatan Crude Palm Oil (CPO) dengan tonase besar yang melintas di kawasan pemukiman. Aksi berlangsung sejak pagi dan sempat memicu kemacetan arus kendaraan.

Para pengunjuk rasa membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar pemerintah daerah serta instansi terkait menghentikan sementara aktivitas kendaraan angkutan CPO bertonase berat yang dinilai merusak infrastruktur jalan, membahayakan keselamatan warga, serta mengganggu kenyamanan lingkungan.

“Kami sudah sangat resah. Jalan makin hancur, debu dan kebisingan tiap hari. Anak-anak dan orang tua tidak bisa lewat dengan aman,” ujar salah seorang peserta aksi ibu rumah tangga yang menolak namanya disebut.

Warga mengklaim banyak truk CPO yang melintas memiliki tonase jauh di atas kapasitas jalan kabupaten dan sering melewati pemukiman padat penduduk. Selain itu, ada kekhawatiran terhadap keselamatan terutama bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda motor.

Koordinator aksi, Fera Dedi Saputra, mengatakan kondisi jalan saat ini sudah rusak berat dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

“Jalan ini bukan untuk truk bermuatan besar. Kerusakan ini merugikan warga setiap hari. Kami hanya menuntut agar aturan ditegakkan,” kata Fera saat berorasi.

Kerusakan jalan di beberapa ruas di wilayah Tayan Hilir sebelumnya juga sempat menjadi sorotan warga karena sering dilalui truk-truk besar, termasuk truk tangki dengan ban besar yang kerap mempercepat degradasi kondisi aspal jalan. Kondisi itu sudah didokumentasikan warga setempat dan menjadi bahan keluhan panjang terhadap pemerintah daerah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Kabupaten Sanggau atau pihak kepolisian terkait permintaan penghentian sementara truk-truk CPO tersebut. Namun, aparat keamanan tampak di lokasi untuk mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif.

Pihak kepolisian dan pemerintah setempat diharapkan segera memfasilitasi dialog dengan warga untuk mencari solusi terbaik yang mempertimbangkan kebutuhan ekonomi sekaligus keselamatan dan kualitas infrastruktur.(Agg)

Editor : Hanif
#ratusan warga #turun ke jalan #Tayan Hilir #rusak jalan #emak emak #truk cpo