Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pertamina Patra Niaga Klaim Stok LPG 3 Kg Sanggau Aman, Namun Harga di Lapangan Tetap Melonjak

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 25 Januari 2026 | 15:30 WIB

SIDAK: Wabup Sanggau, Susana saat melakukan sidak agen LPG 3 Kg di Sanggau Permai, Jumat (2/1).
SIDAK: Wabup Sanggau, Susana saat melakukan sidak agen LPG 3 Kg di Sanggau Permai, Jumat (2/1).

PONTIANAK POST - Stok LPG 3 kilogram di Kabupaten Sanggau diklaim aman dan bahkan diperkuat hingga lebih dari tiga kali lipat.

Namun, fakta di lapangan justru berbanding terbalik: isu kelangkaan dan lonjakan harga masih terus dirasakan masyarakat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius soal efektivitas pengawasan distribusi LPG bersubsidi.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyatakan telah melakukan penambahan pasokan fakultatif (extra dropping) secara masif sepanjang Januari 2026 untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan warga.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyebut tambahan pasokan tersebut jauh melampaui rata-rata penyaluran harian normal.

“Secara data, pasokan tambahan yang disalurkan sangat besar. Seharusnya kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Tapi kami menyayangkan, isu kelangkaan dan kenaikan harga masih terjadi,” ujar Edi, Sabtu (24/1).

Edi menegaskan bahwa di tingkat pangkalan resmi, harga LPG 3 kg seharusnya tetap mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah Daerah, yakni berkisar Rp18.500 hingga Rp22.800.

Jika harga melambung di tingkat pengecer, ia menilai hal itu mengindikasikan masalah pada rantai distribusi di luar jalur resmi.

Untuk itu, Pertamina mengimbau masyarakat membeli LPG 3 kg langsung di pangkalan resmi dan tidak melakukan panic buying yang justru memperkeruh kondisi pasokan.

Saat ini, di Kabupaten Sanggau terdapat 7 agen dan 282 pangkalan resmi yang diklaim terus dipantau secara ketat.

“Koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terus kami perkuat, termasuk usulan sidak gabungan untuk menelusuri aliran distribusi dan mencegah penyalahgunaan LPG subsidi,” katanya.

Pertamina juga menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas kepada pangkalan resmi yang terbukti melanggar aturan.

Namun, selama harga tinggi dan kelangkaan masih terjadi di tengah masyarakat, persoalan pengawasan distribusi LPG bersubsidi di Sanggau tetap menjadi pekerjaan rumah serius bagi semua pihak. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#sanggau #lpg 3 kg #mahal #langka