PONTIANAK POST – Bupati Sanggau Yohanes Ontot menegaskan bahwa penataan kawasan Taman Sekayam yang kini dilengkapi fasilitas usaha bukanlah bentuk alih fungsi ruang terbuka hijau (RTH), melainkan peningkatan fungsi taman agar lebih bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Ontot menanggapi polemik yang berkembang di tengah masyarakat terkait keberadaan coffee shop di kawasan Taman Sekayam, Kota Sanggau.
“Ini bukan alih fungsi, tapi peningkatan fungsi. Tamannya tetap ada dan tetap bisa dinikmati masyarakat,” tegas Bupati Ontot saat peresmian Weng Coffee di Taman Sekayam, Senin (2/2).
Menurut Ontot, selama ini Taman Sekayam belum dikelola secara maksimal. Dengan penataan dan penambahan fasilitas pendukung, taman justru diharapkan menjadi ruang publik yang lebih hidup, nyaman, serta memberikan nilai tambah bagi daerah.
“Kita ingin taman ini tidak hanya indah, tetapi juga memberi manfaat ekonomi. Pemerintah daerah juga harus berpikir bagaimana aset daerah bisa memberi kontribusi bagi pendapatan asli daerah,” ujarnya.
Bupati Ontot menjelaskan, keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan kawasan tersebut tidak terlepas dari keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Oleh karena itu, kerja sama dengan investor dilakukan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.
“Dengan kondisi keuangan daerah saat ini, pemerintah tidak mungkin bergerak cepat tanpa kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk investor. Semua dilakukan sesuai aturan,” kata Ontot.
Ia menegaskan, Pemkab Sanggau tetap berkomitmen menjaga fungsi Taman Sekayam sebagai ruang terbuka untuk publik, bukan menghilangkan keberadaan taman tersebut.
“Silakan masyarakat datang dan lihat langsung. Tamannya tetap ada, ruang publiknya ada. Yang kita tambahkan hanya fasilitas pendukung agar lebih bermanfaat,” ujarnya.
Bupati Ontot juga mengajak masyarakat untuk melihat penataan Taman Sekayam secara objektif dan menyeluruh, bukan hanya dari satu sisi. Ia menilai kritik merupakan bagian dari demokrasi, namun perlu disertai pemahaman yang utuh.
“Kami terbuka terhadap kritik, tapi mari lihat secara langsung kondisi di lapangan. Tujuan pemerintah hanya ingin menata kota agar lebih baik dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(agg)
Editor : Hanif