Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jelang Imlek dan Ramadan, TPID Sanggau Pastikan Stok Pangan Aman

Hanif PP • Jumat, 13 Februari 2026 | 11:33 WIB

Jelang Imlek dan Ramadan, TPID Sanggau Pastikan Stok Pangan Aman
Jelang Imlek dan Ramadan, TPID Sanggau Pastikan Stok Pangan Aman

PONTIANAK POST – Tim  Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan Sekretariat daerah Kabupaten Sanggau, Paulus Usrin didampingi staf ahli Bupati Rizma Aminin melakukan monitoring ketersediaan stok pangan dan kebutuhan penting lainnya di Bumi Daranante.

Dalam monitoring tersebut, ada empat segmen yang menjadi sasaran monitoring, yakni ketersediaan bahan pangan di Bulog, ketersediaan gas LPG di pangkalan LPG jalan Ampera, ketersediaan BBM di SPBU Bunut dan ketersediaan serta harga kebutuhan bahan pokok dan bahan penting lainnya di Pasar Sentral.

Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan Sekretariat daerah Kabupaten Sanggau, Paulus Usrin menyampaikan, monitoring hari ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan dan bahan penting lainnya menjelang Imlek, Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Kami sudah melihat di gudang Bulog, ketersediaan beras, minyak dan gula cukup," ujarnya.

Baca Juga: Kecamatan Jangkang Terima 200 Unit RTLH, Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Untuk minyak goreng, lanjutnya, dalam waktu dekat akan ada tambahan 27 ribu liter, begitu juga dengan beras dan gula. "Ini kita lakukan untuk memastikan tidak ada gejolak harga di pasaran dan harga bisa stabil," ungkapnya.

Sementara untuk LPG 3 kg, Paulus Usrin masih menemukan harga di atas HET. Untuk masalah LPG dan BBM, diakuinya beberapa waktu lalu Komisi III DPRD Sanggau sudah mengundang eksekutif, juga pengelola SPBU dan agen LPG untuk mengetahui ketersediaan atau kesiapan SPBU untuk menyediakan BBM dan LPG yang cukup.

“Nah, sebenarnya ketika kita berdiskusi pada waktu itu, menurut informasi dari agen, kemudian dari pangkalan, itu sebenarnya kita cukup, tidak ada masalah, hanya sekarang atas informasi masyarakat, harga di kampung-kampung ini yang cukup tinggi," terangnya.

Pemerintah daerah dikatakannya masih berupaya mencari formulasi untuk memastikan akar masalah mahalnya LPG subsidi pemerintah tersebut.

"Kita ingin tahu mengapa harganya tinggi, apakah karena jangkauannya, karena distribusinya yang terlalu jauh sehingga menambah beban biaya, atau ada faktor lain. Nah  itu yang kita pastikan. Kita juga saat ini sedang memastikan data-data konsumen yang membutuhkan itu dan dari mana dia mendapat atau membelinya," pungkasnya. (agg)

Editor : Hanif
#sanggau #ramadhan #imlek #stok pangan