Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jembatan Melobok Rusak Diterjang Hujan, Warga Gotong Royong Lakukan Perbaikan Darurat

Hanif • Jumat, 10 April 2026 | 13:08 WIB
GOTONG-ROYONG: Warga bergotong-royong memperbaiki jembatan Desa Melobok yang terputus.
GOTONG-ROYONG: Warga bergotong-royong memperbaiki jembatan Desa Melobok yang terputus.

PONTIANAK POST – Akses transportasi di Desa Melobok, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, mulai kembali normal setelah dilakukan perbaikan darurat pada jembatan setempat yang sempat terputus total. Jembatan tersebut mengalami kerusakan berat akibat hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (5/4) malam.

Jajaran Polsek Meliau melakukan monitoring langsung di lokasi perbaikan pada Rabu (8/4) guna memastikan proses normalisasi jalur berjalan aman dan tertib. Mengingat Jembatan Melobok merupakan jalur vital penghubung antarwilayah serta akses utama menuju pusat ekonomi dan layanan publik, perbaikan cepat menjadi prioritas warga.

Sebagai langkah darurat, pemerintah desa bersama masyarakat melakukan perbaikan secara swadaya menggunakan dua unit ekskavator sewaan. Metode perbaikan dilakukan dengan penimbunan badan jalan dan penguatan akses menggunakan material tanah agar dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Guna menutup biaya operasional alat berat, diberlakukan skema kontribusi bagi kendaraan yang melintas. Kendaraan roda enam dikenakan biaya Rp100 ribu, roda empat Rp50 ribu, sementara untuk kendaraan roda dua bersifat sukarela. Kebijakan ini dinilai sebagai solusi cepat yang disepakati bersama demi memulihkan mobilitas barang dan jasa.

Baca Juga: Satlantas Polres Kubu Raya Tanamkan Disiplin Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Police Go To School

Kapolsek Meliau, Iptu Supar, mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat dalam menangani kondisi darurat tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa perbaikan yang ada saat ini hanya bersifat sementara guna menjaga fungsionalitas jalan.

"Monitoring ini bertujuan memastikan perbaikan berjalan tertib dan aman. Kami hadir untuk memastikan tidak ada gangguan kamtibmas selama proses berlangsung," ujar Iptu Supar.

Ia menambahkan, berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat, pemerintah telah merencanakan pembangunan jembatan beton permanen. Proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juni 2026 mendatang.

"Polri akan terus melakukan pengawasan selama proses pemulihan ini. Kami berharap mobilitas warga tetap lancar hingga jembatan permanen terealisasi," pungkasnya. (agg)

Editor : Hanif
#pembangunan #Swadaya #warga #gotong royong #Jembatan Rusak