Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jembatan Temurak di Sanggau Kembali Rusak Akibat Cuaca Ekstrem dan Hujan Deras

Hanif PP • Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:39 WIB
Jembatan Temurak di Dusun Temurak, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, kembali mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem, Rabu (13/5) malam. (HUMAS POLRES)
Jembatan Temurak di Dusun Temurak, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, kembali mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem, Rabu (13/5) malam. (HUMAS POLRES)

PONTIANAK POST – Jembatan Temurak di Dusun Temurak, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, kembali mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem, Rabu (13/5) malam. Kerusakan infrastruktur ini menjadi perhatian serius karena merupakan akses vital penghubung menuju Kecamatan Tayan Hilir.

Menanggapi kondisi tersebut, personel Polsek Meliau bersama warga setempat melakukan penanganan darurat dengan menimbun bagian jembatan yang amblas menggunakan karung berisi batu kerikil pada Kamis (14/5) pagi. Langkah ini diambil guna memastikan mobilitas masyarakat tidak terputus total.

Kapolsek Meliau, Iptu Supar, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut sebelumnya sudah sempat diperbaiki secara gotong royong oleh unsur Forkopimcam, pihak perusahaan, dan pengusaha lokal. Namun, hujan deras dengan intensitas tinggi memicu peningkatan debit air dan merusak kembali struktur timbunan jembatan.

"Hujan deras pada Rabu malam berdampak pada struktur timbunan yang sebelumnya telah diperbaiki. Akibatnya, kondisi jembatan kembali rusak dan dikhawatirkan mengganggu aktivitas warga," ujar Iptu Supar saat meninjau lokasi, Kamis (14/5).

Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Bentuk Panitia Kolaborasi untuk Tangani RTLH Warga Bantaran Sungai

Upaya penanganan sementara dilakukan untuk mengurangi risiko kendaraan terperosok serta mencegah kemacetan panjang. Berkat aksi cepat petugas dan warga, kendaraan roda dua maupun roda empat kini mulai dapat melintasi jembatan secara bergantian.

“Kami berupaya agar akses jalan tetap bisa digunakan. Personel di lapangan juga dikerahkan untuk membantu mengatur dan memandu kendaraan yang melintas demi keselamatan pengguna jalan,” tambahnya.

Perbaikan Jembatan Temurak dinilai mendesak mengingat letaknya yang berdekatan dengan Rumah Adat Betang Meliau. Lokasi tersebut dijadwalkan menjadi pusat pelaksanaan kegiatan budaya Gawai Adat Dayak pada 18 Mei 2026 mendatang.

Pemerintah Desa Meliau Hilir dan pihak kecamatan telah berkoordinasi untuk melakukan perbaikan lanjutan yang lebih permanen. Mengingat tingginya mobilitas harian masyarakat, percepatan perbaikan menjadi prioritas utama.

Pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi Jembatan Temurak, terutama pada malam hari atau saat hujan turun. Pengendara diminta untuk mengurangi kecepatan dan mengikuti arahan petugas yang bersiaga di lokasi.

Baca Juga: Program MBG di Kalbar Didorong Jadi Pengungkit Ekonomi Masyarakat Desa

Hingga saat ini, arus lalu lintas di sekitar Jembatan Temurak terpantau aman dan terkendali meskipun masih diberlakukan sistem buka-tutup secara terbatas. (hms)

Editor : Hanif
#sanggau #Hujan Deras #rusak #meliau #jembatan