PONTIANAK POST - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, pedagang daging sapi lokal di Kabupaten Sanggau mengaku kesulitan bersaing dengan maraknya daging impor yang beredar di pasaran. Selisih harga yang cukup jauh membuat sebagian masyarakat mulai beralih ke produk impor.
Pedagang daging lokal di Pasar Sanggau, Syahri mengatakan, harga daging sapi lokal saat ini berada di kisaran Rp160 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram. Harga tersebut dinilai sulit ditekan karena tingginya biaya pembelian sapi hingga operasional penjualan.
“Kalau daging lokal memang sekarang kisaran Rp160 ribu sampai Rp170 ribu per kilo. Kami sulit ikut murah karena harga sapi juga tinggi, biaya potong dan lainnya juga besar,” kata Syahri kepada wartawan, kemarin.
Menurut dia, keberadaan daging impor dengan harga lebih rendah cukup memengaruhi penjualan pedagang lokal, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Idul Adha.
Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Himpun dan Salurkan 29 Hewan Kurban, Siap Didistribusikan H-1 Iduladha
Meski demikian, Syahri menilai daging sapi lokal tetap memiliki keunggulan dari sisi kualitas dan kesegaran karena dipotong langsung sebelum dipasarkan.
“Kalau kualitas tentu beda, daging lokal lebih segar karena baru dipotong. Tapi masyarakat sekarang juga banyak lihat harga,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat memperhatikan keberlangsungan pedagang maupun peternak lokal dengan menjaga keseimbangan distribusi daging impor di pasar.
“Harapannya ada perhatian juga untuk pedagang lokal supaya tetap bisa bersaing, apalagi menjelang hari besar seperti Idul Adha,” harapnya.
Biasanya, momentum Idul Adha menjadi waktu meningkatnya permintaan daging sapi di pasaran. Namun tahun ini, pedagang mengaku persaingan harga menjadi tantangan tersendiri di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih mempertimbangkan pengeluaran.(agg)
Editor : Hanif