PONTIANAK POST – Komandan Kodim (Dandim) 1204/Sanggau, Letkol Inf. Nurrachman Gindha Dradhizya, mendorong optimalisasi lahan yang telah tersedia sebagai salah satu langkah strategis untuk menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sanggau dan Sekadau.
Menurutnya, pemanfaatan lahan yang sudah ada lebih efektif dan efisien dibandingkan pembukaan lahan baru yang membutuhkan biaya besar serta berpotensi meningkatkan risiko kerusakan lingkungan dan kebakaran.
“Optimalisasi lahan yang sudah ada merupakan langkah yang lebih efektif. Selain biaya yang dibutuhkan lebih rendah, prosesnya juga lebih cepat dibandingkan membuka lahan baru,” ujar Nurrachman saat coffee morning bersama wartawan Kabupaten Sanggau dan Sekadau, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, pembukaan lahan baru memerlukan investasi yang cukup besar, mulai dari pembersihan lahan (land clearing), pembangunan akses jalan dan irigasi, hingga perbaikan kualitas tanah agar dapat dimanfaatkan secara produktif.
Baca Juga: Cuaca Panas Ekstrem di Pontianak Picu Potensi Karhutla, Warga Diminta Waspada
“Kalau membuka lahan baru tentu membutuhkan biaya yang besar. Sementara lahan yang sudah ada bisa langsung ditingkatkan produktivitasnya dengan pengelolaan yang baik,” katanya.
Selain optimalisasi lahan, Nurrachman menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya serta dampak karhutla harus dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Edukasi tentang ancaman dan dampak karhutla harus terus disampaikan karena yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat sendiri,” tegasnya.
Memasuki musim kemarau yang masih berlangsung di sejumlah wilayah, ia juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi ketentuan dalam pengelolaan lahan dan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan yang dapat memicu kebakaran meluas.
“Ada aturan yang harus dipatuhi ketika membuka lahan. Masyarakat wajib mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan agar tidak terjadi kebakaran yang tidak terkendali,” ujarnya.
Baca Juga: Konflik di Pontianak Berujung Penembakan dan Penikaman, Tiga Orang Terluka
Nurrachman berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna meminimalkan ancaman karhutla serta menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Sanggau dan Sekadau. (agg)
Editor : Hanif