PONTIANAK POST – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena menghadiri kegiatan Penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan penguatan program Kelas Industri yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Sanggau pada Selasa (9/6).
Dalam kesempatan tersebut, Susana menegaskan bahwa persoalan ATS tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, dan keluarga.
"Anak-anak yang putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Mereka adalah generasi penerus Kabupaten Sanggau yang harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan dan memiliki keterampilan yang memadai," ujar Susana.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sanggau terus berupaya menekan angka ATS melalui berbagai program pendampingan, pendataan, hingga mendorong anak-anak kembali masuk ke bangku pendidikan formal maupun nonformal.
Selain membahas penuntasan ATS, kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya pengembangan Kelas Industri sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri.
Susana menilai keberadaan Kelas Industri menjadi salah satu solusi strategis dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di masa depan. Melalui program tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan oleh sektor industri.
"Kita ingin lulusan sekolah di Kabupaten Sanggau memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru," katanya.
Baca Juga: Gawai Umpan Parakng Beliung Perkuat Identitas Dayak Toba di Kabupaten Sanggau
Perwakilan TNI, Polri, Kejaksaan, serta unsur Forkopimda yang hadir menyatakan dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Sanggau dalam menuntaskan ATS dan memperkuat pendidikan vokasi melalui Kelas Industri. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan generasi muda yang berpendidikan, terampil, dan berdaya saing.
Kegiatan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mendata, mendampingi, dan mengembalikan anak-anak yang tidak bersekolah ke jalur pendidikan, sekaligus memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan industri guna mendukung pengembangan Kelas Industri di Kabupaten Sanggau.
Dengan kolaborasi seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Sanggau optimistis target penurunan angka ATS dapat tercapai, sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Sanggau yang maju, berkelanjutan, dan berdaya saing. (agg)
Editor : Miftahul Khair