Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

MABM Sanggau Nyatakan Mosi Tak Percaya kepada PLN, Ancam Gelar Aksi Demo jika Pemadaman Listrik Berlanjut

Agung Rajali Saputra • Selasa, 7 Juli 2026 | 15:46 WIB
Ketua DPD MABM Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan. (DOK PRIBADI)
Ketua DPD MABM Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan. (DOK PRIBADI)

PONTIANAK POST – Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten Sanggau menyatakan mosi tidak percaya kepada PLN dalam menangani persoalan kelistrikan di daerah.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Majelis Adat Budaya Melayu (DPD MABM) Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan, kepada wartawan pada Selasa (7/7) menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan PT PLN (Persero) menyusul pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di Kabupaten Sanggau.

Budi menilai PLN perlu memberikan penjelasan yang terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab utama terjadinya pemadaman yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: MABM Singkawang Dorong Penggunaan Bahasa Melayu Sambas di Keluarga dan Sekolah Setiap Kamis

"Karena isu yang saya dengar, penyebabnya PLN tidak mampu menyediakan batu bara sebagai bahan baku utama. Namun di media, pimpinan PLN menyampaikan penyebabnya karena gangguan teknis di PLTU. Dua alasan itu menurut saya masih menjadi tanda tanya dan perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Budi, pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap hari telah sangat merugikan masyarakat. Bahkan, durasi pemadaman di lapangan dinilai tidak sesuai dengan jadwal yang diumumkan PLN.

"Di tempat kami di Jalan PH Sulaiman, listrik hampir setiap hari padam. Yang membuat kami kecewa, jadwal yang diumumkan hanya 3 sampai 5 jam, tetapi kenyataannya bisa mencapai 7 jam. Kami tidak ingin mengancam akan melakukan aksi, tetapi jangan sampai masyarakat dipaksa turun ke jalan," tegasnya.

Budi mengingatkan, kondisi tersebut berpotensi menghambat upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

Baca Juga: Baznas dan MABM Mempawah Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pasir Wan Salim

"Kalau pemadaman terus berlangsung, tentu akan berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Banyak kerugian materi yang harus ditanggung warga. Apalagi kondisi ini sudah berlangsung sekitar dua pekan dan belum ada kepastian kapan berakhir. Kami berharap PLN dapat mencari solusi agar wilayah Sanggau tidak lagi mengalami pemadaman listrik," pungkasnya. (agg)

Editor : Miftahul Khair
#pemadaman listrik #MABM Sanggau #pln #mosi tidak percaya