10 UMKM Sanggau Ikuti Inkubasi Bisnis, Bersiap Cari Mitra Usaha di Festival Lestari 2026

Agung Rajali Saputra • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 17:01 WIB
Sebanyak 10 pelaku UMKM Kabupaten Sanggau mengikuti Inkubasi Bisnis Lestari Program TUMBUH sebagai persiapan menghadapi Temu Usaha dan Mitra pada Festival Lestari 2026 pada Kamis (30/7) (AGUNG RAJALI SAPUTRA/PONTIANAK POST) 
Sebanyak 10 pelaku UMKM Kabupaten Sanggau mengikuti Inkubasi Bisnis Lestari Program TUMBUH sebagai persiapan menghadapi Temu Usaha dan Mitra pada Festival Lestari 2026 pada Kamis (30/7) (AGUNG RAJALI SAPUTRA/PONTIANAK POST) 

PONTIANAK POST – Sebanyak 10 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sanggau mengikuti Inkubasi Bisnis Lestari Program TUMBUH (Tempat UMKM Maju dan Berkelanjutan) sebagai bekal menghadapi Temu Usaha dan Mitra pada Festival Lestari 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 28–29 Juli 2026, di salah satu kafe di Kota Sanggau itu merupakan tindak lanjut dari tahapan sosialisasi dan kurasi Produk Unggulan Daerah (PUD) Lestari Kabupaten Sanggau.

Program tersebut diinisiasi Komunitas Orang Muda Samudra Bekudong'k bersama Sabang Merah Berdompu dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperindagkop) Kabupaten Sanggau. Tujuannya memperkuat kapasitas pelaku UMKM, mulai dari penyempurnaan model bisnis, pengembangan produk, teknik pitching, hingga kesiapan membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

Baca Juga: Limbah Kelapa Sawit Berpotensi Jadi Produk UMKM Bernilai Tinggi, Pasokannya Melimpah

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai konsep Produk Unggulan Daerah Lestari, strategi menghadapi Temu Usaha dan Mitra, serta analisis usaha menggunakan metode SWOT dan *fishbone analysis*. Diskusi juga mengulas pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan, inovasi produk, ekonomi sirkular, hingga tantangan menjaga ketersediaan bahan baku.

Perwakilan Sabang Merah Berdompu, Kornelius Subandi, mengatakan pengembangan Produk Unggulan Daerah harus mampu menjawab tantangan ekonomi tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan.

"Pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai merupakan salah satu bentuk ekonomi sirkular yang perlu terus didorong. Tantangan yang dihadapi pelaku UMKM memang tidak bisa diselesaikan secara instan, tetapi dapat menjadi bahan diskusi bersama pemerintah maupun mitra untuk menemukan solusi yang berkelanjutan," ujarnya.

Project Leader Program TUMBUH, Akhmad Rizaldi, menambahkan inkubasi tersebut tidak hanya mempersiapkan produk yang akan dipamerkan pada Festival Lestari, tetapi juga membangun kesiapan pelaku usaha menjalin kerja sama bisnis jangka panjang.

Baca Juga: Prabasa Anantatur Dorong Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Lokal Kalbar Lewat KiteAntar

"Kita harus mampu memilih produk terbaik yang dimiliki untuk ditawarkan kepada calon mitra. Festival Lestari bukan hanya ruang memamerkan produk, tetapi juga kesempatan membangun jejaring dan membuka peluang kolaborasi," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Disperindagkop Kabupaten Sanggau, Silvester Roy Wiranto, mengingatkan pelaku UMKM agar tidak terpaku pada penambahan varian produk.

Menurutnya, yang lebih penting adalah memahami karakter, keunggulan, dan tantangan produk sehingga strategi pengembangannya dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan. (agg)

Editor : Miftahul Khair
festival lestari 2026 inkubasi bisnis UMKM