22,5 Hektare Lahan Terbakar di Sanggau Sepanjang Januari-Agustus 2026

Agung Rajali Saputra • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:01 WIB
Tim gabungan berjibaku memadamkan bara api yang kembali menyala di lahan bekas karhutla di kawasan Tikungan S, Tayan Hilir, Sanggau. Pendinginan dilakukan untuk mencegah api kembali meluas di tengah musim kemarau.
Tim gabungan berjibaku memadamkan bara api yang kembali menyala di lahan bekas karhutla di kawasan Tikungan S, Tayan Hilir, Sanggau. Pendinginan dilakukan untuk mencegah api kembali meluas di tengah musim kemarau.

PONTIANAK POST - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau mencatat sebanyak 25 kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Dari puluhan kejadian tersebut, total luasan hutan dan lahan yang terbakar mencapai 22,5 hektare.

"Dari 22,5 hektare itu, 10 hektare kebakaran lahan, 9 hektare kebakaran hutan dan 6 hektare kebakaran hutan dan lahan," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sanggau, Didit Richardi, kepada wartawan, Rabu (12/8).

Baca Juga: Karhutla Kalbar Meningkat, Bupati Kayong Utara Perintahkan OPD Pantau Titik Api dan Kualitas Udara

Didit mengatakan, kejadian Karhutla tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Sanggau. Salah satu kejadian dengan luasan terbesar terjadi di Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, dengan luas lahan terbakar mencapai 14 hektare.

Kemudian, kebakaran juga terjadi di Lingkungan Engkayas, Kecamatan Tanjung Kapuas, dengan luasan sekitar 1,6 hektare.

"Ada juga Jalan Dokuk-Mensarang belakang SD 54, Kelurahan Sungai Sengkuang, Kecamatan Kapuas seluas 1,6 hektare, Bukit Bintang, Kelurahan Sungai Sengkuang, Kecamatan Kapuas 1,4 hektare dan Jalan Mensarang-Ribau, Kelurahan Sungai Sengkuang, Kecamatan Kapuas 1 hektare," ujarnya.

Dalam penanganan Karhutla, BPBD Sanggau telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari deteksi dini, asesmen lokasi, pemadaman, penanganan, pemantauan hingga upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Selimuti Pontianak, Siswa PAUD hingga SMP Belajar Daring Mulai Hari Ini

"Kami menugaskan tim piket yang siap siaga 24 jam melakukan monitoring terhadap laporan yang masuk dari masyarakat terkait Karhutla atau kebencanaan lainnya," bebernya.

Menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung, Didit mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Ia meminta masyarakat menghentikan sementara kegiatan membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

"Untuk puntung rokok, jangan dibuang sembarangan dan kami minta segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan titik api," pungkasnya. (agg)

Editor : Miftahul Khair
musim kemarau 2026 luas lahan terbakar BPBD Sanggau karhutla